Selasa, 09 Jun 2020 13:16 WIB

Gaduh Corona Disebut Tak Picu Kematian, Dokter Bandingkan dengan HIV

Firdaus Anwar - detikHealth
Mutasi virus corona yang membingungkan para ilmuwan Gaduh di medsos soal Corona tak picu kematian, dokter bandingkan dengan HIV. (Foto Ilustrasi: BBC World)
Jakarta -

Di media sosial tampaknya sebagian netizen mulai meragukan bahaya virus Corona COVID-19. Bahkan ada yang berpandangan virus ini tidak menyebabkan kematian, melainkan karena hal atau penyakit penyerta lain.

"Semenjak Wabah di Wuhan tidak ada 'kematian murni' dari COVID, dia hanya pemicu untuk penyakit bawaan. Makanya 3.130.301 orang sembuh bukan dari obat atau vaksin COVID melainkan obat medis penyakit tersebut, vitamin, dan obat tradisional," kata salah satu netizen pengguna Facebook.

Influencer kesehatan dr I Made Cock Wirawan mengatakan logika "COVID-19 tidak menyebabkan kematian" seperti menyebut tidak ada yang meninggal karena human immunodeficiency virus (HIV). Menurut dr Made pandangan itu keliru dan berbahaya karena bisa membuat orang-orang jadi semakin abai.

Sebagian besar pasien yang meninggal memang diketahui memiliki penyakit penyerta atau komorbiditas. Namun, bukan berarti pasien COVID-19 tanpa komorbiditas aman dari risiko kematian.

"Ada beberapa pasien yang saya ketahui meninggal dunia tanpa penyakit kronis sebelumnya," kata dr Made pada detikcom dan ditulis Selasa (9/6/2020).

"Mengapa saya analogikan dengan HIV? Ya karena kondisi ini mirip dengan infeksi HIV. Virus penyebab AIDS ini tidak secara langsung membunuh orang yang diinfeksinya, tapi membuat penyakit yang sebelumnya tidak parah atau biasa menjadi mematikan," lanjut pria yang dikenal mengelola akun Twitter @blogdokter ini.

Data dariRSUP Persahabatan pada bulan April lalu menunjukkan dari 76 pasien COVID-19 yang meninggal, sebanyak 65 pasien (86 persen) memiliki penyakitpenyerta sementara 11 lainnya (14 persen) tanpa penyakitpenyerta.



Simak Video "Satgas Sebut Banyak Orang Masih Tak Percaya Bahaya Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)