Selasa, 09 Jun 2020 14:00 WIB

Apakah Masker Benar-benar Efektif untuk Mengurangi Risiko Terkena Virus Corona?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
orang pakai masker Apakah masker benar-benar efektif untuk mengurangi risiko terkena virus Corona? (Foto ilustrasi: shutterstock)
Jakarta -

Penggunaan masker saat ini menjadi salah satu cara untuk tangkal virus Corona. Apakah masker benar-benar efektif untuk mengurangi resiko terkena virus Corona?

Masker memiliki banyak jenisnya mulai dari masker bedah, masker kain, masker N95. Dari ketiganya, benarkah efektif untuk mengurangi risiko terkena virus Corona?

Berikut fakta-fakta efektivitas berbagai jenis masker untuk mengurangi risiko terkena virus Corona, dirangkum detikcom dari berbagai sumber.

1. Masker N95

Jenis pertama adalah masker N95. Masker N95 ini umumnya dipakai untuk menangkal asap dan polusi berat. Masker ini menyaring partikel berdiameter 0,3 mikron, sedangkan virus Corona disebut punya lebar 0,12 mikron.

2. Masker bedah

Dikutip dari Daily Mail, jenis masker yang juga populer adalah masker bedah. Prof Stanley Perlman dari University of Iowa, jenis ini tidak efektif menangkal virus Corona karena jarang sekali bisa memfilter partikel berukuran di bawah 5 mikron.

3. Masker kain

Masker kain memiliki beragam jenis seperti katun, scuba, linen, kain lap, atau sarung bantal. Para ahli menyebut masker kain yang efektif harus disertai dengan filter. Penggunaan filter pada masker kain selain untuk menahan partikel juga mampu membuat penggunanya merasa lebih nyaman saat bernapas.



Simak Video "Masker Katup Tak Mampu Tangkal Penularan Covid-19 "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)