Selasa, 09 Jun 2020 18:35 WIB

Arief Muhammad dan Istri akan Sedekah Program Bayi Tabung, Apa Itu?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Colorful 3d Illustration of a in-vitro fertilization of an egg cell Bayi tabung merupakan teknik untuk membantu kehamilan. (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Setelah penantian yang cukup lama, YouTuber Arief Muhammad dan sang istri berhasil mendapatkan momongan pertama bernama Ibrahim Wishaka El Emran melalui program bayi tabung.

Ini juga yang membuat Arief memutuskan untuk melakukan sedekah bayi tabung. Artinya, ia bersedia membiayai pasangan lain yang ingin melakukan program bayi tabung.

"Dari situ akhirnya kami bernazar, kalau kehamilan ini sukses, lancar sampai lahiran, kami mau bersedekah dengan membiayai 1 pasangan untuk program bayi tabung," tulis Arief dalam postingan di akun Instagram pribadi miliknya, @ariefmuhammad, Senin (8/6/2020).

Apa itu program bayi tabung?

Bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) merupakan proses pembuahan yang dibantu dengan teknik rekayasa oleh manusia. Hal ini dilakukan dengan cara melakukan pembuah sel telur dengan sperma di laboratorium embriologi. Berikut ini adalah tahap-tahapan program bayi tabung.

1. Seleksi dan konseling

"Pertamanya itu dimulai dengan proses konseling," kata dr Khairani Sukatendel, SpOG, ahli kebidanan dan kandungan di Murni Teguh Memorial Hospital, beberapa waktu lalu.

Pada tahap ini, dokter akan memberitahu syarat-syarat apa saja yang diperlukan untuk mengikuti program bayi tabung.

"Lalu berikutnya adalah seleksi dari pasangannya, untuk memastikan apakah proses bayi tabung ini layak untuk dilakukan. Kelayakannya ini dilihat dari misalnya kondisi sperma pasangannya," jelas dr Satrio Dwi Prasojo, SpOG, dari Siloam Hospitals Asri Mampang.

2. Pemeriksaan awal

"Nah, setelah layak, baru dilakukan pemeriksaan awal," lanjut dr Satrio.

Apabila setelah diperiksa kondisi tubuhnya sudah cukup dan memungkinkan, maka pasangan tersebut boleh melanjutkan program bayi tabung.

3. Pematangan sel telur dan pengambilan sperma

Proses bayi tabung dimulai dengan pematangan sel telur. Seorang istri akan meminum obat hormon untuk mematangkan sel telur tersebut. Ketika sudah matang, sel telur akan diambil.

"Saat itulah alat mulai dimasukkan dari vagina, dibantu dengan pemeriksaan USG hingga akhirnya sampai di indung telur," ujar dr Khairani.

Sel telur yang sudah matang akan diambil dengan menggunakan alat, kemudian dimasukkan ke dalam tabung khusus. Dalam tabung ini juga sel telur dan sperma akan dipertemukan.

4. Pemantauan

Proses pemantauan sel dalam tabung akan dilakukan langsung oleh dokter. Pemantauannya pun dilakukan hari demi hari, bahkan per jam.

5. Penanaman embrio

Ketika sel tersebut telah berkembang menjadi embrio, maka embrio sudah siap ditanamkan ke dalam rahim.

"Semuanya ini memakan waktu 1 bulan. Setelah 1 bulan itu, maka akan dilihat hasilnya menggunakan test pack. Jika positif kan artinya berhasil, maka pengamatan pun dilakukan melalui USG, layaknya kehamilan biasa," tutur dr Khairani.



Simak Video "Smartfren POWER UP Talks - Passion, Mimpi dan Peluang di Mata Arief Muhammad"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)