Kamis, 11 Jun 2020 08:03 WIB

Ahli Yakini Corona Bukan Menjadi Pandemi Terakhir dari Hewan Liar

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Positive blood test result for the new rapidly spreading Coronavirus, originating in Wuhan, China Ahli yakin Corona bukan jadi pandemi terakhir dari hewan liar. (Ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Pandemi virus Corona COVID-19 yang terjadi saat ini disebut bukan merupakan pandemi terakhir. Pandangan ini muncul dari para ahli kesehatan yang mempelajari bagaimana dan di mana wabah baru muncul.

Bahkan para ahli tengah mengembangkan sistem pendekatan untuk mengenali atau memprediksi penyakit dari hewan liar mana yang paling berisiko bagi manusia. Hal ini adalah salah satu upaya para ahli untuk pencegahan pandemi berikutnya.

Para ahli mengembangkan sistem untuk memprediksi penyakit hewan liar mana yang paling berisiko bagi manusia. Penelitian yang dipimpin oleh para ilmuwan di University of Liverpool, Inggris, merupakan bagian dari upaya dunia untuk mengembangkan cara-cara mempersiapkan diri lebih baik untuk pandemi di masa depan.

"Dalam 20 tahun terakhir, kita memiliki enam ancaman signifikan SARS, MERS, Ebola, flu burung, dan flu babi," kata Prof Matthew Baylis dari University of Liverpool kepada BBC News.

"Dan ini bukan pandemi terakhir yang akan kita hadapi, jadi kita perlu melihat lebih dekat pada penyakit satwa liar," lanjut Prof Baylis.

Sebagai bagian dari pemeriksaan ketat ini, ia dan rekan-rekannya telah merancang sistem prediksi yang dapat menyelidiki basis data yang luas dari setiap penyakit satwa liar yang diketahui.

"Ini akan menjadi langkah lain sama sekali untuk mengetahui penyakit apa yang dapat menyebabkanpandemi, tetapi kami membuat kemajuan dengan langkah pertama ini," kata ProfBaylis.

McGregor


Simak Video "Brasil Mulai Uji Coba Vaksin COVID-19 Inggris untuk 2 Ribu Partisipan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)