Jumat, 12 Jun 2020 05:56 WIB

Viral Cerita Survivor Corona Berobat Rp 70 Juta: Gejalanya Nambah Terus

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Viral biaya berobat corona tembus Rp 70 juta Total, Juno menghabiskan Rp 70 juta lebih untuk biaya perawatan virus Corona. Foto: Twitter Juno @jtuvanyx (atas izin yang bersangkutan)
Jakarta -

Setidaknya sudah 3 bulan sejak gejala Corona muncul. Juno, survivor Corona di Jakarta pertama kali merasakan gejala pada 13 Maret lalu.

Kala itu ia sama sekali tidak berpikir bahwa dirinya ternyata positif Corona. Sang dokter yang memeriksanya pun tidak mengatakan apapun, termasuk tidak menunjukkan indikasi apapun terkait keluhan gejala yang Juno rasakan dengan gejala virus Corona COVID-19.

"Jadi waktu itu tuh saya pernah ngerasain gejala batuk itu di tanggal 13 Maret. Jadi batuknya itu masih mild (ringan) gitu, terus saya mulai ke dokter itu tanggal 16 Maret, saya mulai ke dokter, pas mengantri depan ruangan dokter, itu saya baru demam," jelas Juno kepada detikcom Kamis (11/6/2020).

Gejala batuk dan demam yang Juno rasakan tidak disebut mengarah ke virus Corona. Sang dokter percaya Juno tidak memiliki virus Corona COVID-19 meski belum mengambil swab test dan tidak ada hasil pasti.

"Meski sudah dicek ulang, dikasih obat-obatan saya konsumsi obat-obatam itu, tetapi gejala-gejalanya itu malah nambah, demam turun, tapi gejalanya nambah gitu ya. Saya terus ada mual, saya hilang nafsu makan, terus ada diare, ada keringat malam juga, walaupun ada AC tapi keringetan satu kasur itu mbak," sebut Jono.

Juno akui gejala Corona terus bertambah dan berdatangan setiap harinya.

"Beberapa hari, gradual, besoknya beda, besoknya nambah lagi-nambah lagi, ada aja gitu, nah batuknya juga masih heboh, terus saya hubungi dokternya, Dok kok saya nggak ada perubahan. Saya ceritain kan ada penambahan gejala, terus dokternya langsung bilang, oh coba kamu ke dokter spesialis paru yah," sebut Juno.

Timbul akhirnya rasa curiga kalau selama ini gejala yang ia rasakan mengarah ke virus Corona COVID-19. Benar saja, saat dirinya konsultasi dengan spesialis paru, dan diperiksa foto thorax, terlihat infiltrat di paru-paru. Meski begitu ia tidak langsung didiagnosis virus Corona, ia dinyatakan mengidap broncopneumonia karena belum melakukan swab test.

"Dari situ kemudian dokternya baru bilang harus dirawat inap, yasudah saya rawat inap. Sudah lemas banget Mbak mau tanda tangan dokumen rumah sakit aja sudah gemeter tangan saya, bener-bener nggak kuat dan gemetaran, gitu," curhatnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Punya Gejala Demam Tinggi, Ini Beda DBD dan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]