Jumat, 12 Jun 2020 13:57 WIB

Donald Trump Larang Pendukungnya Menuntut Bila Tertular Corona

Firdaus Anwar - detikHealth
President Donald Trump addresses the nation from the White House on the ballistic missile strike that Iran launched against Iraqi air bases housing U.S. troops, Wednesday, Jan. 8, 2020, in Washington, accompanied by Vice President Mike Pence, and others. (AP Photo/Alex Brandon) Pendukung Trump dilarang menuntut bila tertular Corona saat kampanye. (Foto: AP Photo/Alex Brandon)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan akan mulai mengadakan kampanye massal jelang pemilu di bulan November mendatang. Beberapa ahli menilai langkah ini akan semakin membuat publik rentan terhadap penyebaran virus Corona COVID-19.

Menghadapinya tim kampanye Donald Trump meminta seluruh pendukung yang ingin hadir harus mendaftar secara online terlebih dahulu. Para pendukung juga harus menandatangani perjanjian tidak akan menuntut bila kemudian tertular COVID-19.

"Dengan menghadiri kampanye, Anda dan semua tamu yang lain dengan suka rela memahami risiko terpapar COVID-19 dan setuju tidak akan membuat Donald J. Trump for President, BOK Center, ASM Global, atau yang berafiliasi lainnya mulai dari direktur, petugas, karyawan, agen, kontraktor, dan relawan bertanggung jawab," tulis keterangan di formulir pendaftaran seperti dikutip dari CNN, Jumat (12/6/2020).

Trump dikabarkan memang sudah 'gerah' ingin melakukan kampanye massal. Tidak diketahui pasti protokol kesehatan apa yang akan diterapkan dalam acara tersebut.

AS hingga saat ini masih menjadi negara dengan kasus virus Corona terbanyak di dunia. Menurut data yang dikumpulkan ahli dari Johns Hopkins University sudah ada lebih dari 2 juta warga AS yang terinfeksi corona dengan total kematian mencapai sekitar 113 ribu.



Simak Video "WHO Ngarep Rujuk dengan Amerika Serikat"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)