Studi: Pakai Masker Cara Terbaik untuk Tekan Penularan Corona

ADVERTISEMENT

Studi: Pakai Masker Cara Terbaik untuk Tekan Penularan Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sabtu, 13 Jun 2020 11:05 WIB
Protokol kesehatan sangat ketat dilakukan di kantor Dispendukcapil Kota Surakarta, Solo. Hal tersebut demi memutus rantai penyebaran virus Corona.
Pakai masker disebut jadi cara efektif tekan penyebaran COVID-19. (Foto: Agung Mardika)
Jakarta -

Sebuah tim peneliti di Texas dan California membandingkan tingkat infeksi COVID-19 di Italia dan New York sebelum dan sesudah diberlakukannya kewajiban mengenakan masker. Dalam studi yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences ini terlihat tingkat infeksi cenderung menurun setelah pemakaian masker diwajibkan.

Peneliti menghitung bahwa memakai masker mencegah lebih dari 78 ribu infeksi di Italia pada 6 April hingga 9 Mei dan lebih dari 66 ribu penularan di New York pada 17 April hingga 9 Mei.

"Memakai masker wajah di tempat umum adalah cara yang paling efektif untuk mencegah penularan antar manusia dan praktik yang tidak mahal ini tentu harus dibarengi dengan penerapan jarak sosial, pelacakan kontak dan karantina bagi yang terinfeksi," tulis para peneliti dikutip dari CNN International.

"Ini adalah cara bertempur yang paling memungkinkan untuk melawan COVID-19 sebelum vaksin ditemukan," lanjutnya.

Para peneliti mengukur efektivitas berbagai strategi untuk menghentikan penyebaran infeksi. Untuk menentukan metode utama penularan, mereka menganalisis tren tingkat infeksi di tiga pusat pandemi yakni Wuhan, Italia, dan New York.

Mereka melihat langkah-langkah mitigasi yang digunakan di lokasi tersebut seperti karantina, lockdown, pelacakan kontak, penerapan jarak sosial dan kewajiban mengenakan masker. Para peneliti kemudian membandingkan waktu tindakan itu dilakukan. Di China, semua tindakan diberlakukan pada saat yang sama. Sebaliknya, langkah-langkah mitigasi diberlakukan pada waktu yang berbeda di Italia dan New York.

Hal tersebut memungkinkan peneliti untuk menilai efektivitas dari kebijakan tersebut. Mereka kemudian menemukan tingkat penularan di Italia dan New York melambat setelah adanya kebijakan mewajibkan penggunaan masker, bukan setelah karantina wilayah diberlakukan baik di Italia dan New York.

"Masker mencegah penularan melalui udara dengan menghalangi masuknya partikel aerosol dan transmisi kontak dengan membatasi penumpahan droplet penyebab virus," jelas peneliti.

"Di sisi lain, jarak sosial, karantina, dan isolasi, dalam hubungannya dengan sanitasi tangan, meminimalkan transmisi kontak (langsung dan tidak langsung) tentu melindungi, tetapi tidak terhadap transmisi udara," pungkasnya.



Simak Video "Hari Ini Singapura Resmi Cabut Aturan Wajib Masker"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT