Sabtu, 13 Jun 2020 12:02 WIB

Berat Badan Pria di Wuhan Naik 100 Kg Setelah Lockdown 5 Bulan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
ilustrasi anak obesitas Ilustrasi obesitas. (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Seorang pria berusia 26 tahun di Wuhan mengalami penambahan berat badan sebanyak 101 kg setelah lima bulan tinggal di rumah untuk menghindari COVID-19. Pria dengan marga Zhou ini harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami kondisi yang kritis karena kenaikan berat badannya yang drastis.

Mengutip Daily Mail, Zhou kini memiliki berat badan 279 kg dan dilaporkan menjadi pria paling berat di Wuhan. Pria yang bekerja di sebuah Internet Cafe atau warnet ini berhenti meninggalkan rumah sejak Januari.

Setelah pejabat mengakhiri masa karantina wilayah ada April, ia tetap tinggal di rumah. Anggota keluarganya mengatakan ia kesulitan bergerak karena berat badannya.

Dalam beberapa gambar yang dirilis oleh Rumah Sakit Zhongnan dari Universitas Wuhan menunjukkan para pekerja medis memeriksa Zhou pada 1 Juni. Menurut keterangan rumah sakit, Zhou telah berjuang dengan berat badannya seumur hidupnya meskipun dia mencoba berbagai cara untuk menurunkan berat badan.

Li Zhen, seorang dokter dari Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan, menerima panggilan telepon pada tanggal 31 Mei dari Zhou yang putus asa meminta bantuan. Pria itu mengatakan bahwa dia sudah tidak tidur 2 hari.

Dr Li mengatakan bahwa Zhou berada dalam kondisi yang sangat lemah sehingga dia hampir tidak dapat berbicara ketika petugas medis tiba di rumahnya pada hari berikutnya.

Dia segera dilarikan ke unit perawatan intensif rumah sakit. Zhou juga didiagnosis mengidap gagal jantung dan disfungsi pernapasan akibat kelebihan berat badan.

Zhou berencana menjalani operasi penurunan berat badan dengan menghilangkan sebagian perutnya, tetapi dia harus kehilangan 25 kg dalam tiga bulan ke depan untuk mengurangi risiko operasi.



Simak Video "Usai Lockdown, Berat Badan Pria di Wuhan Naik hingga 100 Kg"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)