Senin, 15 Jun 2020 09:32 WIB

Virus Corona Disebut Picu Diabetes pada Pasien Tanpa Penyakit Penyerta

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ilustrasi virus Corona Foto: Foto: Dok. NIAID (National Institute of Allergy and Infectious Diseases
Jakarta -

Seseorang yang mulanya sehat saat terinfeksi Corona disebut bisa memiliki kondisi klinis lain. Para ahli meyakini virus Corona COVID-19 menyebabkan diabetes pada pasien Corona yang sebelumnya tidak memiliki penyakit penyerta apapun.

Mengutip Independent, 17 dokter terkemuka di AS mengatakan kasus baru Corona berulang kali ditemukan mengalami kondisi gula darah tinggi. Penelitian sebelumnya juga mengatakan ACE-2, protein tempat virus Corona muncul untuk mengikat dalam tubuh manusia tidak hanya terletak di paru-paru, tetapi juga di organ-organ yang terlibat dalam metabolisme glukosa termasuk pankreas, usus kecil, dan ginjal.

Para ilmuwan berhipotesis bahwa, jika virus Corona menempel pada organ-organ tersebut ada kemungkinan dapat menyebabkan beberapa disfungsi metabolisme glukosa. Termasuk menyebabkan timbulnya diabetes dalam beberapa kasus Corona.

"Kami tentu saja mencoba memahami situasi apa yang ada di balik pengamatan," kata Francesco Rubino, profesor bedah metabolik di King's College London.

Bukti sebelumnya juga menunjukkan bahwa virus Corona dapat menyebabkan komplikasi lebih parah pada pasien dengan diabetes. Sekitar seperempat orang yang meninggal dengan virus Corona COVID-19 juga dilaporkan memiliki kondisi gula darah tinggi.

"Diabetes adalah salah satu penyakit kronis yang paling umum dan kita sekarang menyadari konsekuensi dari perselisihan yang tidak terhindarkan antara dua penyakit ini," jelas ProfRubino.

"Mengingat periode singkat kontak manusia dengan virus Corona baru ini, mekanisme pasti bagaimana virus mempengaruhi metabolisme glukosa masih belum jelas dan kita tidak tahu apakah manifestasi akut diabetes pada pasien ini mewakili tipe 1 klasik, tipe 2 atau mungkin bentuk baru diabetes," lanjut Prof Robino.

Dr Riyaz Patel, associate professor of cardiology di University College London Hospital, mengatakan dirinya waspada terhadap temuan tersebut.

"Sebagai contoh, kita tahu bahwa penyakit yang memicu stres dapat menyebabkan kadar gula darah untuk sementara naik dan kita melihat ini sebagai contoh dengan serangan jantung," kata Dr Riyaz.

"Juga, orang-orang yang lebih cenderung menjadi sakit dengan COVID-19 mungkin berisiko terkena diabetes, mungkin karena mereka kelebihan berat badan," tutup Dr Ryaz.



Simak Video "Penyandang Diabetes Tetap Aman Pergi ke RS saat Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)