Selasa, 16 Jun 2020 13:10 WIB

Bintang Emon Jawab Tudingan Pakai Narkoba, Ini Tes yang Biasa Dipakai

Firdaus Anwar - detikHealth
Bintang Emon Bintang Emon jawab tuduhan dirinya pemakai narkoba. (Foto: Dok. Instagram/bintangemon)
Jakarta -

Komedian Bintang Emon ramai jadi perbincangan setelah dirinya dituduh sebagai pecandu narkoba sabu-sabu. Untuk menjawab hal tersebut, Bintang Emon mengunggah hasil tes narkoba yang ia jalani di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta Barat.

"Kalo nanti masih ada berita ditangkap karena narkoboy, lucu juga sih. Bintangemon negatif narkoba, positif kentang mustofa," tulisnya di Instagram.

Memang seperti apa sih tes narkoba itu?

Dikutip dari drugs.com ada beberapa metode tes narkoba yang biasa dilakukan. Berikut penjelasannya:

1. Rapid test

Metode rapid test biasa dipakai untuk mendeteksi pemakaian narkoba yang cepat dimetabolisme. Tujuannya untuk menghindari kemungkinan zat sudah tidak terdeteksi di dalam tubuh pemakai bila tes dilakukan di lain waktu.

Biasanya rapid test menggunakan air liur atau urine sebagai sampel dan hasilnya akan keluar sekitar empat jam kemudian. Pemeriksaan positif dari rapid test tetap perlu diperiksa lagi dilaboratorium sebagai bentuk konfirmasi.

2. Tes rambut

Sesuai namanya, tes ini menggunakan rambut sebagai sampel untuk mendeteksi narkoba di dalam tubuh. Tes rambut biasanya dilakukan untuk membuktikan pemakaian narkoba jangka panjang.

Dikutip dari situs resmi Badan Narkotika Nasional (BNN), pendeteksian dengan tes rambut disarankan satu bulan setelah prediksi pemakaian. Ini karena umumnya rambut manusia tumbuh 1 cm setiap bulan.

3. Tes darah

Tes darah biasanya dilakukan untuk mengetahui kadar zat narkoba yang ada di tubuh seseorang pada saat itu juga. Hal ini berguna bagi penegak hukum atau petugas kesehatan karena bisa tahu status apakah seseorang masih berada di dalam pengaruh zat aktif.

Kelemahan dari tes ini adalah hanya bisa dilakukan dalam jeda periode waktu yang singkat karena narkoba biasanya akan cepat dimetabolisme.



Simak Video "Diklaim Pertama di Dunia, Vaksin Corona Rusia Diragukan Ilmuwan"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)