Selasa, 16 Jun 2020 13:33 WIB

Beijing Lockdown, Lagi-lagi Pasar Jadi Tempat Penyebaran Virus Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ikan Salmon di Beijing Lagi-lagi pasar jadi tempat penyebaran virus Corona. (Foto ilustrasi: Global Times/AFP)
Jakarta -

Pemerintah China kembali memberlakukan lockdown di Beijing, ibukota negara tersebut, setelah ditemukan banyaknya kasus baru dan memicu kekhawatiran akan gelombang kedua pandemi virus Corona.

Ketika dilakukan penelusuran, wabah bersumber dari pasar pusat makanan grosir Xinfadi yang menjadi tempat berkumpulnya banyak orang dalam satu waktu. Disebutkan terdapat lebih dari 50 kasus yang terkait dengan pasar Xinfadi, Beijing.

Melihat hal tersebut, laporan dari kantor berita lokal Xinhua, pemerintah setempat langsung mengambil langkah untuk mengetes massal setiap pedagang dan menghubungi sekitar 200 ribu pengunjung pasar yang datang sejak akhir Mei.

Pasar disebut salah satu tempat yang bisa memicu penularan dan penyebaran infeksi virus Corona. Sebelumnya awal kemunculan kasus COVID-19 juga dikaitkan dengan pasar basah Wuhan pada Desember 2019 lalu.

Tempatnya yang lembab, risiko berdesakan dan menyentuh segala macam benda yang ada di pasar menjadikan area tersebut menjadi cukup rentan akan infeksi COVID-19. Di Indonesia sendiri disebutkan telah lebih dari 400 pedagang yang tertular virus Corona dari pasar tradisional.

"Pasar tradisional kan situasi dan kondisinya tidak memungkinkan walaupun sebenarnya bisa untuk melaksanakan protokol kesehatan," kata pakar kesehatan sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

Kebersihan dan standar sanitasi yang kurang juga menjadikan pasar tradisional rawan penularan virus Corona. Para pengunjung dan pedagang juga terlihat masih banyak yang belum mengikuti protokol kesehatan selama berada di pasar sehingga mereka mudah terinfeksi COVID-19.

"Penularan ke pembeli atau penjual bisa saja terjadi saat dia memegang sesuatu yang terkontaminasi virus kemudian menyentuh hidung atau mulut. Bisa juga karena droplet dari pedagang atau pembeli (yang sakit)," jelas dr Ari.

Untuk itu sangat disarankan baik pedagang atau pembeli agar tidak mengunjungi pasar jika merasa kurang sehat. Selalu memperhatikan imbauan jaga jarak, memakai masker, dan menjaga kebersihan sebelum maupun setelah ke pasar.

Diimbau juga bagi pengelola pasar untuk rutin mendisinfeksi area pasar tradisional dua kali sehari di tempat-tempat yang dinilai berisiko tinggi untuk menyebarkan virus Corona.



Simak Video "Kasus Covid-19 Baru di Beijing, WNA Masuk Wajib Karantina 28 Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)