Selasa, 16 Jun 2020 17:50 WIB

Apakah Obat Corona sudah Ditemukan di Indonesia? Ini Perjalanannya

Rosmha Widiyani - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal/Apakah Obat Corona sudah Ditemukan di Indonesia? Ini Perjalanannya
Jakarta -

Riset obat virus corona terus dilakukan di seluruh dunia untuk mengantisipasi pandemi yang masih terjadi. Di tengah kemajuan riset muncul pertanyaan, apakah obat corona sudah ditemukan di Indonesia?

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 pada Jumat, 12 Juni 2020 lalu, menjawab apakah obat corona sudah tersedia di Indonesia. Para periset mengklaim menemukan lima kombinasi obat yang dinilai efektif melawan virus corona

"Kami mendapat lima kombinasi regimen obat yang mempunyai potensi dan efektivitas cukup bagus untuk menghambat virus masuk dalam sel target dan untuk menghambat atau menurunkan perkembangbiakan dari virus itu di sel," kata Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga (Unair), Dr dr Purwati SpPD, K-PTI FINASIM.

Kombinasi tersebut adalah:

1. loprinavir-ritonavir-azitromisin,
2. loprinavir-ritonavir-doxixiclin,
3. loprinavir-ritonavir-klaritomisin,
4. hidroksiklorokuin-azitromisin,
5. hidroksiklorokuin-doksisiklin

Selain efektif, paduan tersebut diklaim memiliki toksisitas yang minim untuk pasien. Namun obat yang dihasilkan dari kolaborasi Unair, BNPB, dan BIN atau Badan Intelijen Negara ini belum dijual bebas.

Sebelum lima kombinasi obat tersebut 'ditemukan', para periset sudah melakukan studi terkait apakah obat corona sudah tersedia di Indonesia. Berikut perjalanan menjawab ketersediaan obat corona di Indonesia

1. Aneka rempah sebagai obat corona

Tim Riset Corona & Formulasi Vaksin Prof Nidom Foundation (PNF) mengaku menemukan kombinasi rempah yang punya efek antiviral. Konsumsi empon-empon membantu meningkatkan daya imun tubuh.

"Ketiganya bahannya sama, yaitu terdiri atas jahe, kunyit, sereh, dan temulawak," ujar Prof Nidom.

Bahan-bahan tersebut dibuat menjadi 10 macam formula dengan jumlah dan timbangan berbeda. Setelah diuji pada hewan ferret, hanya tiga yang depat menurunkan konsentrasi virus dalam tubuh. Tiga formula tersebut sudah diserahkan pada produsen.

2. Minyak dari tanaman eucalyptus

Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) mencoba menjawab apakah obat corona sudah tersedia di Indonesia. Kementan mematenkan tiga produk 'antivirus' corona berbasis tanaman atsiri eucalyptus.

"Dari sekian banyak tanaman herbal yang kita uji, minyak atsiri (eucalyptus) kita yang punya potensi sangat besar, kemungkinan besar sangat bisa menekan pertumbuhan virus corona," kata Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry dalam telekonferensi bertajuk Launching Anti Virus Corona berbasis Euchalyptus.

Minyak atsiri eucalyptus dengan kandungan senyawa aktif 1,8-cineole (eucalyptol) dianggap paling berdampak menekan pertumbuhan berbagai jenis virus influenza termasuk Corona. Berdasarkan uji laboratorium Balitbang, eucalyptus mampu membunuh virus virus influenza, virus beta dan gamma corona dalam skala 80-100 persen.

3. Klorokuin

Klorokuin sebelumnya sempat diragukan bisa mengatasi virus corona. Indonesia sendiri masih menggunakan klorokuin untuk pasien corona seperti di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet. Hingga Jumat, 5 Juni 2020, ada lebih dari tiga ribu pasien yang dilaporkan sembuh dan sudah dipulangkan.

"Total kami rawat 4.470 (pasien virus corona COVID-19). Hingga saat ini yang sembuh totalnya 3.325 pasien," jelas Arief Riadi, Ketua Tim Medis COVID-19 Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).

Arief menjelaskan, seluruh pasien Corona di RS Wisma Atlet diberikan klorokuin. Pemberian klorokuin kepada seluruh pasien Corona di Wisma Atlet tidak memiliki efek samping serius atau berbahaya.

4. Ramuan tradisional NTT untuk obat corona

Ramuan tradisional NTT juga sempat mencoba menjawab apakah obat corona sudah tersedia di Indonesia. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berupaya mencari obat corona.

"Kemudian tentang obat penawar dari NTT, bahwa kami Gugus Tugas memberikan apresiasi kepada seluruh pihak dan juga pemerintah daerah yang telah berupaya untuk mendapatkan formulasi-formulasi dalam rangka bisa membantu penyembuhan. Tetapi tentunya semua obat ini harus melalui uji klinis. Adapun yang sudah kami terima, termasuk juga dari Gubernur NTT, lebih kepada upaya untuk meningkatkan stamina," kata Doni.

Doni mengatakan, obat-obatan seperti yang didapat Gugus Tugas dari Gubernur NTT juga bermanfaat bagi masyarakat. Dia menyebut obat-obat tersebut juga bisa menambah keyakinan seseorang terhadap kondisi tubuhnya.

5. Perjalanan lima kombinasi obat corona Gugus Tugas

Tim peneliti Unair, Surabaya, juga mengklaim telah menemukan lima kombinasi obat penawar COVID-19. Jika tak ada halangan, Unair rencananya akan mengujicobakan obat ini ke pasien COVID-19 untuk menjawab apakah obat corona sudah ditemukan di Indonesia.

"Kami berharap akhir bulan ini bisa melakukan pengujian secara klinis kepada pasien," kata Rektor Unair Prof M Nasih di Unair Kampus C Surabaya.

Sebelumnya Unair sempat menguji efektivitas kombinasi lima obat menggunakan sel target. Pengujian menggunakan sel paru, ginjal, trakhea dan liver yang ditumbuhkan dan menjadi target SARS-CoV-2. Hasil uji memberikan titik terang pada penggunaan kombinasi obat.



Simak Video "Ahli Buktikan Remdesivir Percepat Kesembuhan Pasien Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(row/erd)