Selasa, 16 Jun 2020 18:01 WIB

Dikaitkan dengan Lonjakan Kasus di Beijing, Bisakah Salmon Terinfeksi Corona?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
A health worker wearing a protective suit takes a swab test from a woman at Guangan Sport Center for people who visited or live near the Xinfadi Market in Beijing on June 14, 2020. - The domestic COVID-19 coronavirus outbreak in China had been brought largely under control through strict lockdowns that were imposed early this year -- but a new cluster has been linked to Xinfadi market in south Beijing. (Photo by Noel Celis / AFP) Beijing hadapi lonjakan kasus Corona yang diduga berasal dari ikan salmon. (Foto: AFP/NOEL CELIS)
Jakarta -

Adanya kenaikan kasus infeksi virus Corona di Beijing dikaitkan dengan ikan salmon setelah pejabat kesehatan setempat menemukan virus di talenan yang digunakan untuk mengolah ikan salmon di pasar Xinfadi.

Tapi bisakah ikan terinfeksi virus Corona?

"Kita tidak bisa menyimpulkan salmon adalah sumber infeksi hanya karena Corona terdeteksi pada talenan," tutur Wu Zunyou, kepala ahli epidemiologi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CDC), dikutip dari CGTN.

Disebutkan juga bahwa talenan yang digunakan bisa saja terkontaminasi virus Corona dari pedagang atau pembeli yang terinfeksi, atau bahkan produk lain yang membawa virus.

Cheng Gong, ahli virus dari Universitas Tsinghua, China, menjelaskan host atau inang virus Corona sebagian besar adalah mamalia. Hampir tidak mungkin bagi salmon untuk terinfeksi COVID-19.

"Virus harus bergantung pada reseptor virus di permukaan sel inang untuk menginfeksi sel. Tanpa reseptor tentu mereka tidak dapat masuk ke dalam sel dengan sukses," jelas Cheng.

"Semua bukti sejauh ini menunjukkan bahwa reseptor semacam ini hanya ada pada mamalia, bukan ikan," lanjutnya.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University College London juga menunjukkan bahwa virus Corona baru dapat menginfeksi berbagai mamalia, tapi tidak pada ikan, burung, atau reptil.

"Pasar didatangi banyak orang dan produk, sulit untuk mengetahui sumber infeksi dalam waktu singkat. Kami perlu mengumpulkan sampel dari berbagai sumber untuk verifikasi dan memeriksa semua orang dan produk untuk memahami kejadiannya," terang Wu.

Wu juga menjelaskan tidak sama halnya dengan binatang liar seperti musang dan kelelawar yang bisa menjadi inang virus Corona, ikan secara alami tidak bisa membawa COVID-19 di dalam tubuhnya yang menjadikan permukaan ikan bisa saja terkontaminasi oleh orang yang terinfeksi.

"Dan jika ikan yang terkontaminasi dikirim ke China, pekerja dapat terinfeksi saat mengolah ikan dan menyebabkan penularan lebih lanjut ke manusia. Tapi ini baru satu spekulasi, diperlukan konfirmasi lebih lanjut melalui penelitian epidemiologis," tutupnya.



Simak Video "Cara Atasi Peningkatan Populasi Virus Corona di Pesantren "
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)