Kamis, 18 Jun 2020 18:38 WIB

Mutasi Virus Corona Disebut Tak Secepat HIV dan Influenza

Anjar Mahardhika - detikHealth
rapid test Virus Corona COVID-19 (Foto: shutterstock)
Jakarta -

Ahli virologi dari Universitas Udayana Bali Prof Ngurah Mahardika mengatakan bahwa virus Corona memiliki daya mutasi yang lambat. Kondisi ini diakui tak sesuai perkiraan sebelumnya.

"Angka kasus (Corona di Indonesia) masih meningkat, tapi kemudian agak aneh secara virologi. Saya berharap sebetulnya varian virus ini akan berubah cepat sekali, ternyata tidak," katanya dalam siaran langsung BNPB, Kamis (18/6/2020).

"Ini harus kita syukuri justru bahwa virus ini (Corona) tidak mempunyai daya mutasi yang tinggi," sambungnya

Virus Corona diketahui merupakan jenis virus RNA (ribonucleic acid). Virus ini memiliki RNA sebagai materi genetiknya. Oleh karena itu virus berjenis RNA memiliki sifat yang tergolong ganas.

Tak hanya itu, pada umumnya virus berjenis RNA seharusnya memiliki daya mutasi yang tinggi. Beberapa virus jenis RNA lain yang memiliki mutasi yang tinggi, seperti HIV dan influenza.

"Mestinya sebagai virus RNA mutasinya luar biasa. Bayangkan HIV misalnya atau influenza mutasinya jauh lebih cepat dari ini," sambungnya.

Meskipun begitu ia mengimbau kepada semua pihak agar mematuhi protokol kesehatan. Hal ini untuk menekan agar virus Corona tidak dapat bermutasi di Indonesia.

"Untuk yang tertular ya usahakan jangan menulari orang lain. Sedangkan untuk kita yang belum ketularan jangan sampai kita tertular dari orang lain," tutupnya.



Simak Video "Disebut 10x Lebih Menular, Mutasi Corona D614G Ditemukan di 5 Kota RI"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)