Jumat, 19 Jun 2020 11:13 WIB

Mitos atau Fakta, Stres Picu Masalah Kolesterol dan Kekebalan Tubuh?

Abu Ubaidillah - detikHealth
ilustrasi stres Foto: shutterstock
Jakarta -

Setiap orang perlu menjaga emosi mereka agar tidak mengalami stres. Sebab, dengan menjaga tingkat stres maka kolesterol dan kekebalan tubuh dapat terjaga. Benarkah demikian?

Menurut Medical Marketing Manager Kalbe Nutritionals dr Adeline Devita, stres bisa menyebabkan tubuh mengeluarkan hormon stres (hormon kortisol). Dalam jangka panjang, hormon ini akan mempengaruhi timus, tempat limfosit diproduksi dan menghambat produksi sitokin serta interleukin yang merangsang dan mengkoordinasikan aktivitas sel darah putih sehingga menyebabkan antibodi melemah.

"Orang yang stres, biasanya sulit untuk istirahat/tidur, yang juga mempengaruhi kinerja sistem imun karena saat kita beristirahat, tubuh memperbaiki kerusakan yang terjadi di dalam tubuh akibat beraktivitas di pagi-siang hari, sehingga mengoptimalkan sistem imun untuk melawan virus/bakteri yang masuk ke dalam tubuh," ujar dr Adeline kepada detikHealth, baru-baru ini.

Sementara itu dilansir dari Medical News Today, pada 2013 dilakukan studi kepada 91.593 orang dan menemukan korelasi positif antara mereka yang mengalami stres kerja dan kadar kolesterol tidak sehat. Studi lain pada 2017 menyebut tekanan psikologis menyebabkan peningkatan kadar trigliserida dan kolesterol jahat (LDL), serta penurunan kadar kolesterol baik (HDL).

Senada dengan hal tersebut, dr Adeline juga menyebut bahwa stres bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) secara tidak langsung karena menyebabkan kebiasaan makan yang kurang sehat/sering ngemil sehingga berat badan berkurang.

"Kondisi ini dapat memicu peningkatan kadar kolesterol 'jahat' atau Low Density Lipoprotein (LDL) dan trigliserida, serta menurunkan kadar kolesterol 'baik', maka akan meningkatkan risiko terbentuk plak pada pembuluh arteri sehingga memicu pengerasan arteri. Pengerasan arteri meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular," paparnya.

dr Adeline menyarankan untuk memperhatikan asupan nutrisi harian dengan gizi seimbang, yakni karbohidrat, protein, sayuran, buah-buahan serta sumber lemak baik untuk menjaga imunitas dalam menghadapi new normal. Selain itu, istirahat cukup 7-8 sehari dan melakukan aktivitas menyenangkan untuk menghindari stres dan olahraga minimal 30 menit sehari juga penting dilakukan.

Setelah mengonsumsi makanan sehat, jangan lupa lengkapi dengan mengonsumsi Nutrive Benecol, susu dengan sari buah yang mengandung Plant Stanol Ester (PSE) dan teruji klinis efektif menurunkan kadar kolesterol jahat sehingga kondisi tubuh tetap optimal dalam menjalani aktivitas harian Anda.

Nutrive Benecol dapat dikonsumsi oleh Anda yang ingin menurunkan kolesterol maupun yang ingin menjaga kadar kolesterol agar tetap dalam kondisi baik.



Simak Video "Memasuki Usia 20-an, Seberapa Sering Harus Cek Kolesterol?"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)