Jumat, 19 Jun 2020 12:10 WIB

Wabah Corona di Beijing Jadi Bukti COVID-19 Sangat Mudah Menyebar

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ikan Salmon di Beijing Wabah virus Corona di Beijing. (Foto: Global Times/AFP)
Jakarta -

Hingga pekan lalu, Beijing, ibukota China, tampaknya sudah 'bebas' dari pandemi virus Corona. Selama 55 hari, kota tersebut tidak melaporkan adanya infeksi lokal dan kehidupan kembali normal.

Bisnis dan sekolah dibuka kembali, orang-orang mulai bekerja, angkutan umum dan taman kota sekali lagi dipenuhi oleh banyak orang. Namun, 'aktivitas normal' itu seketika berakhir ketika ditemukan kasus Corona baru dari pasar makanan grosir yang kini telah menginfeksi 180 orang.

Beijing sebelumnya dianggap sebagai wilayah di China yang paling aman dari infeksi COVID-19. Kejadian ini menjadi bukti dan pengingat tentang mudahnya virus itu kembali menyebar bahkan di tempat yang dianggap aman sekalipun.

Lima hari sebelum dimulainya wabah ini, pihak berwenang Beijing baru saja menurunkan tingkat peringatan darurat kesehatan masyarakat. Munculnya kembali infeksi Corona membuat level kewaspadaan dinaikkan lagi.

"Wabah di Beijing ini mungkin tidak dimulai pada akhir Mei atau awal Juni, bisa saja sebulan sebelumnya. Pasti ada banyak kasus asimptomatik atau ringan di pasar itu sebabknya virus telah terdeteksi begitu banyak di lingkungan," kata Gao Fu, direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China, dikutip dari CNN International.

Selama beberapa bulan terakhir, beberapa ahli kesehatan di China telah memperingatkan kemungkinan infeksi kedua, bahkan ketika media milik negara berulang kali memuji keberhasilan pemerintah dalam mengatasi wabah tersebut dan membandingkannya dengan kegagalan pemerintah di beberapa negara lain.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan CNN pada bulan Mei, spesialis paru China Dr Zhong Nanshan memperingatkan bahwa mereka masih menghadapi "tantangan besar" dari kemungkinan kembalinya virus. Ia juga mengingatkan pihak berwenang tidak boleh berpuas diri.

"Mayoritas penduduk saat ini masih rentan terhadap infeksi karena kurangnya kekebalan. Kami menghadapi tantangan besar, itu tidak lebih baik daripada negara-negara asing yang saya pikir saat ini," kata Zhong.

Terlebih laporan terbaru dari investigasi menemukan bukti adanya "kontaminasi parah" di pasar Xinfadi, tempat di mana wabah Corona di Beijing diduga berasal. Epidemiolog Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China mengatakan kemungkinan suhu yang dingin dan udara lembab membuat area tersebut berpotensial menjadi sumber penyebaran virus.



Simak Video "Menakar Probabilitas Level Covid-19 RI Turun dari Pandemi ke Endemi"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)