Sabtu, 20 Jun 2020 07:06 WIB

Round up

Obat Dexamethasone Bukan untuk Pencegahan Virus Corona!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Peneliti di Inggris menyatakan ujicoba pengobatan COVID-19 menggunakan dexamethasone menunjukkan keberhasilan dalam menyelamatkan nyawa pasien. Obat dexamethasone. (Foto: Getty Images/Matthew Horwood)
Jakarta -

Hasil uji klinis dexamethasone menunjukkan obat tersebut efektif untuk mengurangi angka kematian bagi pasien kritis COVID-19. Studi manfaat dexamethasone terlihat pada sepertiga pasien yang menggunakan ventilator dan seperlima pasien dengan bantuan oksigen.

Namun perlu diingat bahwa dexamethasone bukan obat untuk pencegahan virus Corona. Tercatat sebagai obat keras, dexamethasone memiliki efek samping cukup besar jika dikonsumsi tanpa persetujuan dari tenaga medis.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga menegaskan obat dengan golongan steroid ini hanya bisa digunakan dengen resep dokter sehingga pihaknya akan memperketat pengawasan dari peredaran dexamethasone.

"Deksametason tidak dapat digunakan untuk pencegahan COVID-19," tulis BPOM RI dalam keterangan tertulisnya.

Anggota tim komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dr Reisa Broto Asmoro juga menyebut penggunaan obat steroid hanya boleh dilakukan dalam pengawasan ahli, para dokter, dan dilakukan di sarana yang memadai sehingga bisa langsung menangani efek samping yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

"Meski harganya terjangkau, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini agar tidak terjadi efek samping," tutur dr Reisa.

Beberapa efek samping pada penggunaan dexamethasone tanpa indikasi medis antara lain:

Menurunkan daya tahan tubuh
Meningkatkan tekanan darah
Diabetes
Moonface (wajah membulat)
Masking effect
Efek samping lainnya yang berbahaya.



Simak Video "Peneliti Ungkap Dexamethasone Manjur untuk Pasien Corona Sakit Parah"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)