Minggu, 21 Jun 2020 11:53 WIB

Sering Ketiduran di KRL Tapi Tak Pernah Kebablasan? Ini Rahasianya

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
tidur mangap Pernah ketiduran di KRL tapi selalu bisa bangun saat tiba di stasiun tujuan? Ini penjelasannya. (Foto: iStock)
Jakarta -

Kisah penumpang KRL Manggarai-Bekasi ketiduran hingga terkunci di gerbong, viral di media sosial. Sebenarnya, banyak lho yang juga tidur di KRL tapi selalu bisa bangun saat tiba di stasiun tujuan.

Fenomena ini mirip seperti ketika seseorang pasang alarm untuk bangun pagi, tetapi selalu bisa bangun sebelum alarm berbunyi. Hal yang sama juga dialami orang-orang yang bahkan tidak pernah butuh alarm untuk bangun pada waktu yang ditentukan.

Ada banyak teori yang bisa menjelaskan hal itu. Di antaranya sebagai berikut, dikutip dari The Cut.

Tubuh mempelajari rutinitas

Tubuh manusia mempelajari rutinitas. Pada orang-orang yang rutin bepergian dengan rute yang sama setiap hari, sangat mungkin jam biologisnya akan mengenali titik tertentu yang mengharuskan untuk terjaga meski sebelumnya sempat terlelap.

"Tubuh bisa mempelajari rutinitas, selama ini adalah rutinitas," kata Marc I Leavey, seorang dokter di Marryland.

Mekanisme ini mungkin gagal berfungsi ketika bepergian pada waktu yang berbeda atau rute yang tidak sama. Wah, bahaya kalau jadwal KRL-nya maju-mundur!

Telinga tetap mendengar meski tidur

Dimungkinkan juga, tidak semua bagian otak benar-benar terlelap meski mata terpejam ketika tidur. Pengumuman lewat loud speaker ketika hendak berhenti di stasiun tertentu, kemungkinan masih terdengar dan diproses oleh otak sebagai alarm untuk membangunkan seseorang dari tidur.

"Otak bisa menyaring beberapa stimulus saat tidur," kata Leavey.

Sebuah penelitian di Public Lybrary of Science menunjukkan bahwa saat tidur, otak memberikan respons berbeda saat mendengar namanya sendiri disebut, dibandingkan saat mendengar suara orang lain. Hayo, siapa pernah mengalaminya saat ketiduran di kelas?



Tidak benar-benar tidur

Kemungkinan lain lagi, saat itu seeorang tidak benar-benar tidur melainkan hanya memejamkan mata. Bisa juga orang tersebut tidak bisa merasakan lagi bedanya tidur dan mengantuk, biasanya terjadi saat kurang tidur.

Tapi kok ada yang sampai kebablasan?

Faktanya, tidak sedikit pula yang kebablasan seperti cerita yang viral di media sosial tersebut. Ada banyak faktor yang menentukan, termasuk seberapa kondisi tidurnya saat di kereta. Fase paling nyenyak ditandai dengan REM atau rapid eye movement.

"Jika Anda dalam fase tidur REM, lebih sulit untuk terbangun," kata Leavey.

Pernah kebablasan saat tidur di KRL, atau punya tips untuk mencegahnya? Bagikan di komentar.



Simak Video "Keresahan Dokter Perihal Thermo Gun yang Ditembak di Tangan "
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)