Senin, 22 Jun 2020 12:02 WIB

Usai Sebut Virus China, Trump Kini Juluki Virus Corona 'Kung Flu'

Ayunda Septiani - detikHealth
Trump-Twitter: Rencana perintah eksekutif Trump dan penegasan Twitter akan terus menunjukkan informasi tak benar terkait pemilu di dunia Usai sebut virus China, Trump namai Corona Kung Fu. (Foto: BBC World)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ungkapan rasis dengan menyebut 'kung flu' sebagai kata ganti untuk virus Corona COVID-19 pada kampanye di Tulsa, Oklahoma pada Sabtu (20/6/2020).

Dilansir dari laman The Guardian, tindakan tersebut dikaitkan dengan China, sebelumnya Trump menyebut virus Corona sebagai 'virus China' atau 'virus Wuhan'.

Deretan ungkapan rasis Trump soal virus Corona ini pun telah memicu kemarahan sejumlah kelompok, yang kemudian memperingatkan Trump bahwa bahasa seperti itu dapat menimbulkan rasisme dan kekerasan terhadap warga Amerika Serikat keturunan Asia.

"Virus ini memiliki lebih nama dari pada penyakit lain dalam sejarah. Saya menamainya kung flu. Saya bisa menyebutkan 19 versi nama yang berbeda," ujar Trump saat berkampanye.

"Tidak rasis sama sekali. Itu berasal dari China. Saya hanya ingin menjadikannya akurat," tambanya.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menghimbau untuk tidak menggunakan ungkapan yang menghubungkan virus Corona dengan China untuk menghindari stigma.



Simak Video "Bos Lab Wuhan Tuntut Permintaan Maaf Trump soal Tudingan Corona "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)