Senin, 22 Jun 2020 14:25 WIB

Apa Pemicu Gelombang Kedua Corona dan Benarkah Menjadi Lebih Ringan?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Covid-19: Bagaimana mutasi memberi petunjuk tentang penyebaran dan asal-usul virus corona Apa pemicu gelombang kedua Corona dan benarkah menjadi lebih ringan? (Foto ilustrasi: BBC Magazine)
Jakarta -

Beberapa negara kini melaporkan lonjakan kasus baru usai melonggarkan pembatasan atau lockdown. Seperti yang terjadi di China, lonjakan kasus lokal Corona dilaporkan terpusat di Beijing.

Namun, seperti apa sih gelombang kedua Corona? Akankah sama seperti yang terjadi pada gelombang pertama, atau lebih buruk dari yang sebelumnya dan apa yang memicu gelombang kedua Corona?

Dikutip dari BBC, berikut penjelasannya:

Akankah gelombang kedua sama dengan gelombang pertama?

Dr Adam Kucharski dari London School of Hygiene dan Tropical Medicine menjelaskan gelombang kedua Corona memiliki kemungkinan berlangsung lebih lama. Hal ini dikarenakan masih begitu banyak orang yang rentan pada infeksi virus Corona.

"(Tetapi) jika kasus Corona naik lagi kita dapat memperkenalkan kembali strategi untuk menekan gelombang kedua, itu selalu merupakan pilihan yang tersedia bagi kita," kata Dr Kucharski.

Apa yang bisa memicu gelombang kedua?

Ahli menyebut hal yang bisa memicu gelombang kedua Corona adalah mengabaikan pembatasan atau melonggarkan lockdown telalu jauh.

"Teka-teki pamungkas (strategi menghadapi pandemi Corona) adalah bagaimana mempertahankan kontrol, sambil meminimalkan gangguan setiap hari," kata Dr Kucharski.

Ahli menyebut itulah sebabnya langkah-langkah melonggarkan pmembatasan dilakukan secara bertahap dan cara-cara baru untuk mengendalikan pandemi Corona terus diberlakukan, seperti pelacakan kontak dan menggunakan masker.

Apakah virus Corona akan menjadi lebih ringan dan tidak lagi menjadi masalah?

Muncul dugaan gelombang kedua Corona menjadi tidak lebih berbahaya dari sebelumnya. Teorinya disebutkan bahwa virus akan menyebar lebih jauh jika mereka tidak membunuh inangnya dan menjadi lebih ringan.

"Tapi itu tidak dijamin, ini sedikit hal yang malas yang dilakukan beberapa ahli virus," kata Prof Ball, pakar Inggris.

Disebutkan, lebih dari enam bulan memasuki pandemi Corona, tidak ada bukti jelas bahwa virus bermutasi menyebar dengan lebih mudah atau menjadi tidak begitu mematikan.

"Saya pikir virus berjalan dengan sangat baik saat ini. Orang-orang sering mengalami infeksi yang sangat ringan atau tanpa gejala, jika mereka dapat menularkan maka tidak ada alasan untuk membayangkan coronavirus perlu menjadi lebih ringan," ujar Prof Ball.



Simak Video "Tanggapi Situasi Pandemi, Pemerintah Suarakan Terminologi Baru dan 3T"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)