Selasa, 23 Jun 2020 06:58 WIB

Dilema Jaga Jarak Aman di KRL: Nunggu Longgar, Keburu Telat Ngantor

Ayunda Septiani - detikHealth
Pihak Comuter Line menerapkan physical distancing di gerbong kereta. Para penumpang harus menjaga jarak satu dengan lainnya. Penerapan physical distancing di KRL (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Diberlakukannya masa transisi PSBB (pembatasan sosial berskala besar) menjadikan beberapa orang sudah mulai beraktivitas seperti biasanya. Tidak lagi WFH dan mulai bekerja di kantor.

Bagi warga yang tinggal di area Jabodetabek, KRL jadi solusi untuk mencapai tempat kerja dengan aman dan murah. Sayangnya di masa pandemi saat ini, ada kekhawatiran akan penularan Corona di KRL.

Protokol jaga jarak juga seperti tidak terlalu diindahkan sebab seringkali terlihat penumpukan penumpang dan desak-desakan orang di gerbong KRL. Diceritakan oleh salah satu pengguna KRL, Ardi (27), yang berangkat dari stasiun Rawa Buntu ke stasiun Gondangdia, physical distancing terkadang sudah tidak lagi diperhatikan terutama di jam-jam sibuk. Tak masalah sedikit berdesakan saat antre di stasiun asal tidak terlambat ke kantor.

"Tetep naik. Karena siapa yang mau ketinggalan kereta pagi? Dan biasanya kalau pagi penuh sesak, jadi pengamanan dirinya pake konsep kedua. Berdesakan di dalam gerbong tapi nunduk dan tangan di dada. Kita anak KRL itu dipaksa untuk menerima semuanya, tidak ada opsi apapun," ujar Ardi, saat dihubungi detikcom, Senin (22/6/2020).

Atrean penumpang KRL yang mengular di Stasiun Bogor, Senin (22/6) pagi.Atrean penumpang KRL yang mengular di Stasiun Bogor, Senin (22/6) pagi. Foto: Sachril/detikcom

Sedikit berbeda, Galih (23) yang juga pengguna KRL mencoba mengantisipasinya dengan memilih berangkat lebih pagi. Dengan berangkat lebih awal, gerbong biasanya masih kosong dan tidak terlalu ramai.

"Nggak pernah sih alhamdulilah, kalau pagi-pagi terutama subuh-subuh tuh kereta masih kosong banget yang berdirinya, jadi nggak penuh. Walaupun seandainya ramai, tapi asalkan sudah dibolehin masuk ke dalam stasiun, mendingan masuk aja sih, kecuali kalau pulang kantor baru deh nyari yang kosongan," kata Galih.

Pengguna KRL lainnya, Rubi (24), memilih untuk menunggu kereta selanjutnya jika gerbong yang ingin dinaikinya ramai. Dan tetap mengikuti aturan petugas, alasannya agar tetap selalu aman.

"Pas masuk pagi sih justru lebih lengang sedikit sih, masih bisa jaga jarak sesuai tanda yang ada. Kalau ramai tapi nggak terlalu padet ya masuk, tapi tetep sesuai sama arahan dari petugasnya, ya diikutin aja biar aman. Tapi kalau jamnya masih bisa telat dikit mah nunggu yang selanjutnya aja," pungkas Rubi.

Berbagai cara dilakukan warga agar tidak tertular virus Corona saat beraktivitas di luar atau area publik. Seperti yang dilakukan sejumlah penumpang kereta ini.Berbagai cara dilakukan warga agar tidak tertular virus Corona saat beraktivitas di luar atau area publik. Seperti yang dilakukan sejumlah penumpang kereta ini. Foto: Agung Pambudhy


Simak Video "Bersepeda Wajib Gunakan Masker tapi..."
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)