Selasa, 23 Jun 2020 12:30 WIB

Tidur Colongan di KRL Ternyata Ada Manfaatnya Lho, Apa Saja?

Ayunda Septiani - detikHealth
Moscow, Russia - October 29, 2019: People in the city subway. Somebody sleeping, Other using mobile phone. Travelling culture. Ketiduran di KRL (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Kisah penumpang KRL Manggarai-Bekasi ketiduran hingga terkunci di gerbong, viral di media sosial beberapa waktu lalu. Jangan diolok-olok kalau ada teman yang mengalaminya, sebab ketiduran di KRL ternyaya juga ada manfaatnya lho!

Tidur di KRL umumnya hanya berlangsung singkat dan tentunya tidak senyaman tidur beneran di kasur. Lalu apa manfaatnya?

Salah seorang pengguna KRL, Ridwan (21), yang berangkat dari stasiun Palmerah ke stasiun Rawa Buntu, mengatakan dirinya merasakan manfaat dari tidur colongan saat di perjalanan menggunakan KRL. Ridwan mengatakan dirinya merasa lebih segar saat terbangun.

"Nahhhh setelah tidur bentaran di KRL, sumpah sih seger banget, kek berasa lahir kembali gitu, sumpah dah tu KRL kek rumah nenek enak banget kalau dapet tempat duduk terus tidur," ujar Ridwan saat dibuhungi detikcom, Selasa (23/6/2020).

Pengguna KRL lainnya, Grace (23), mengatakan dirinya merasa lebih segar saat terbangun dari tidur saat di KRL. Walaupun diakuinya, ada juga efek samping yang dirasakannya.

"Lebih bertenaga tapi agak sakit lehernya karena posisi kepala menyender ke kaca kereta dalam waktu yang cukup lama," kata Grace.

Sedikit berbeda, Nura (25), mengatakan bahwa dirinya tertidur di KRL tidak terlalu bermanfaat. Awalnya memang terasa lebih segar, namun setelah itu ia malah merasakan pusing.

"Kalau pas lagi capek banget, dan pas waktu tidurnya, bangun-bangun bisa lebih segar sih walau sebentar doang karena abis itu puyeng kepalanya wkwk," ujar Nura.

Warga Bogor, Reyhan (23), mengatakan dirinya saat tidur di kereta selama 15 menit tapi bisa merasakan tidur di atas kasur selama satu jam.

"Kalau aku sih ngerasainnya tidur 15 menit di kereta itu sudah kaya tidur sejam di kasur. Mungkin karena lagi capek kali ya, jadi dapat kesempatan buat tidur walaupun di dalam kereta, tapi udahannya nikmat banget," pungkas Reyhan.

Senikmat apapun tidur di KRL, praktisi kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, dr Andreas Prasadja, RPSGT, lebih menyarankan untuk mencukupi tidur sebelumnya. Tidur yang berkualitas akan meningkatkan produktivitas dan tidak gampang tertidur di perjalanan.

"Daripada tidak ada tidur sama sekali, tentu jauh lebih baik untuk tidur (di KRL). Tapi yang paling sehat sebetulnya kalau tidur sudah cukup sebelumnya. Sehingga di perjalanan kita fresh-fresh aja. Bisa produktif seperti balas email, baca-baca, ataupun lanjutin drakor (drama korea) yang tertunda," pungkas dr Ade, sapaan akrabnya.



Simak Video "Ramuan Alami untuk Atasi Insomnia"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)