Rabu, 24 Jun 2020 09:36 WIB

Panti Jompo Ini Ciptakan 'Bilik Pelukan' untuk Obati Rindu Saat Pandemi

Ayunda Septiani - detikHealth
Panti jompo di Brasil menciptakan bilik pelukan. Bilik pelukan ini didisinfeksi secara rutin. (Foto: CNN)
Jakarta -

Sebuah rumah panti jompo di Brasil menciptakan bilik khusus agar para lansia bisa aman bertemu dengan anggota keluarga di tengah pandemi virus Corona COVID-19. Bilik transparan ini dinamakan 'bilik pelukan' yang bertujuan untuk membantu anggota keluarga agar bisa berinteraksi.

Dikutip dari laman CNN, ide kreatif ini muncul ketika para pekerja rumah jompo Tres Figueiras, di Rio Grande do Sul, Brasil, melihat banyak lansia yang merasa sedih dan kesepian saat perayaan Hari Ibu yang lalu.

Luciana Brito, salah seorang pemilik fasilitas tersebut mengatakan ide muncul usai melihat video viral di media sosial. Dalam video tersebut, seorang perempuan di AS membuat gorden plastik agar bisa memeluk ibunya tanpa ada rasa takut.

Dari situlah ia dan tim berpikir untuk membuat para lansia lebih bahagia selama masa karantina dengan membuat fasilitas serupa.

"Kami menyadari bahwa penghuni lansia merasa sedih. Kami berpikir mereka akan jauh lebih bahagia jika ada cara yang membuat mereka bisa memeluk keluarga dan kerabat terdekatnya," ujar Brito.

Seorang lansia penghuni panti jompo, Eraldo Quintana (81), mengaku senang dengan inovasi tersebut. Ia mengatakan ada rasa yang berbeda saat memeluk keluarganya dari bilik tersebut, dibandingkan dengan memeluk langsung.

"Kedua putri saya datang berkunjung dan saya sangat senang bisa melihat mereka dan memeluk mereka dari bilik ini. Jika tak ada bilik ini, kami mungkin terlalu khawatir untuk berinteraksi bahkan berpelukan karena virus Corona," ujar Quintana.

Untuk memastikan keamanan bilik tersebut, petugas menyemprotkan disinfektan ke dalam ruangan plastik setiap 30 menit sekali. Sebelum bertemu anggota keluarga, semua pengunjung harus melakukan pengecekan suhu tubuh dan mencuci tangan.

Hingga Rabu (24/6/2020), Brasil saat ini berada di urutan kedua kasus COVID-19 tertinggi di dunia setelah Amerika Serikat. Data dikutip dari John Hopkins University mencatat ada 1.145.906 kasus virus corona dan 51.271 kematian.



Simak Video "Brasil Mulai Uji Coba Vaksin COVID-19 Inggris untuk 2 Ribu Partisipan"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)