Rabu, 24 Jun 2020 11:00 WIB

Seberapa Sering Boleh Makan Mi Instan? Ini Saran Ahli Kanker

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Woman preparing instant noodle on plate in kitchen (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Viral pria asal Bogor berinisial T mengaku divonis dokter tidak bisa mengonsumsi mi instan lagi seumur hidupnya. Pria ini diketahui terbiasa mengonsumsi mi instan setiap hari, bahkan dikatakan setengah kardus mi instan bisa habis dalam sepekan.

Kebiasaannya inilah yang membuat dirinya mengalami radang kerongkongan hingga muntah darah. Ia pun dipantang tidak makan mi instan seumur hidup karena khawatir kondisinya bisa berkembang menjadi kanker.

dr Denny Handoyo Kirana, SpOnk-Rad dari Siloam Hospitals MRCCC Semanggi dan telekonsultasi di dokterkankerku.com, zat atau kandungan dalam mi instan yang beredar di pasaran seharusnya aman karena sudah melewati izin edar BPOM. Namun ada hal yang sering dilupakan seperti kandungan natrium dan MSG.

Selain itu, dr Denny menegaskan aman untuk konsumsi mi instan dalam sepekan satu hingga dua mi instan.

"Jadi kalau dimakan dalam jumlah yang cukup sesekali misalnya dalam seminggu satu atau dua, masih oke, tapi ya jangan pagi, siang, sore, makan mi instan," jelasnya saat dihubungi detikcom, Rabu (24/6/2020).

"Orang nggak bisa dibatasin satu hari boleh makan mi instan karena variasai mi insta kan banyak sekali jadi kita harus lebih cermat kalau makan sesuatu di belakang kan ada ingredientnya, di ingredient itu ada tulisannya kadar natrium dari jenis mi instan yang kita makan kadang beda merek, beda rasa pun kandungan natriumnya beda, kandungan MSG-nya beda, persentasenya beda, di belakang ada tulisan angka kecukupan gizi," lanjut dr Denny.

"Kalau tulisan itu misalnya kadar natriumnya itu setara dengan kebutuhan seseorang satu hari mencapai 50 persen, artinya dengan sebungkus mi instan kalau dia makan dua, dalam hari itu udah nggak boleh makan garam," pesan dr Denny.

Lain halnya jika kadar garam yang tertera dalam mi instan adalah 10 persen. Menurut dr Denny, artinya orang tersebut masih boleh mengonsumsi garam.

"Kalau misalnya tulisannya di belakang kadar garamnya adalah 10 persen artinya dari makanan lain dia masih boleh makan senilai 90 persen sisanya, jadi dilihat keseimbangan komposisinya," pungkasnya.

Catat tiga hal penting saat konsumsi mi instan menurut dr Denny.

1. Kadar natrium

dr Denny menjelaskan hal penting yang perlu diperhatikan salah satunya adalah kadar natrium. "Mi instan itu diawetkan dengan cara mengandung garam, kadar natrium atau kadar garam yang terlalu tinggi itu dapat menyebabkan radang tenggorokan, sakit tenggorokan," jelasnya.

2. MSG

Kandungan Monosodium Glutamat atau penyedap juga disebut dr Denny tidak baik dikonsumsi berlebihan. Hal ini bisa memicu kanker.

"Di dalam mi instan itu kan ada penyedap rasa, kalau dimakan dalam jumlah sedikit atau batasan yang boleh dimakan oleh orang nggak apa-apa, tetapi kalau orang itu makan secara berlebihan maka MSG ini berisiko atau berpotensi bikin kanker," lanjut dr Denny.

3. Bungkus mi instan

Zat pembungkus mi instan juga berbahaya jika larut dalam mi. Tidak kalah berbahaya dengan konsumsi kandungan natrium atau MSG yang berlebihan.

"Mi instan ada yang ditaro di plastik ada yang di cup kita tahu sterofoam, nah sterofoam ini kan punya ambang batas terhadap suhu, kalau kita kasih dia air panas di dalamnya, dia ada sebagian yang meleleh kena panas, nah dan sterofoam yang kena panas ini ada sebagian yang terlarut dalam yang kita makan, di dalam kuahnya, di dalam minyak, itulah yang lebih berbahaya dibanding natrium atau msg yang orang jadi kena kanker," pungkasnya.



Simak Video "Keresahan Dokter Perihal Thermo Gun yang Ditembak di Tangan "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)