Rabu, 24 Jun 2020 14:00 WIB

5 Fakta di Balik Hoax Mi Instan yang Pernah Viral

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Instant noodle - junk food 5 fakta di balik hoax soal mi instan yang sempat viral. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Crazybboy)
Jakarta -

Belakangan heboh soal pria asal Bogor yang divonis dokter tidak bisa makan mi instan seumur hidup. Sebelumnya ia diketahui mampu menghabiskan setengah kardus mi instan dalam sepekan.

Setelahnya, ia mengalami radang kerongkongan hingga muntah darah dan dipantang untuk tidak makan mi instan selama hidupnya. Persoalan terkait mi instan seolah tidak pernah habis karena tidak sedikit yang menyukai mi instan. Ada beberapa mitos yang juga sempat viral terkait mi instan, catat 5 faktanya yang dirangkum detikcom seperti berikut:

Mi instan mengandung lilin

Saat merebus mi instan, air rebusan akan berwarna keruh. Akibatnya, tidak sedikit muncul kekhawatiran bahwa mi instan dilapisi lilin agar tahan lama sehingga saat direbus air yang digunakan akan berubah menjadi keruh. Benarkah begitu?

"Itu mitos, tidak ada bahan lilin. Sebab, proses pembuatan mi instan seperti ibu bikin adonan pasta saja. Cuma memang minya ini digoreng sampai kering (deep fried)," tutur Astri Kurniati S.T, MAppSc dari Nutrifood Research Centre.

Banyak makan mi instan bikin usus buntu

Sempat ramai video yang menunjukkan beberapa orang diduga dokter berusaha mengeluarkan benda berbentuk bulat panjang dari usus pasien. Menurut informasi dari aku pengunggah video ini merupakan contoh kasus yang terjadi ketika seseorang kebanyakan makan mi instan.

"Gara2 kebanyakan makan mie beginilah jadinya,,usus buntu," kata salah satu netizen yang mengunggah video di Facebook pada Senin (11/11/2019) lalu.

Ahli pencernaan dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) beberapa waktu lalu membantah anggapan mi instan dapat menyebabkan radang usus buntu. Menurut dr Ari mengapa orang-orang tidak disarankan makan sering-sering lebih karena mi instan tidak mengandung gizi yang lengkap dan bukan makanan pokok.

Makan mi instan bisa kena tumor payudara

Sempat viral di Twitter soal hoax seseorang terkena tumor payudara akibat konsumsi mi instan. Dalam ceritanya, perempuan pemilik akun mengaku sudah berkonsultasi dengan dokter dan disebutkan bahwa tumor yang diidapnya karena sering makan mi instan.

"2017 tuh gue sering makan junk food ya sama mie instan karena tinggal di asrama jadi nggak ada yang ngontrol. Pernah makan mie semingguan tuh bener-bener ga berhenti pokoknya. Pas bulan November ada benjolan," cuit perempuan tersebut.

Namun, dokter ahli onkologi dari RS Mitra Kelapa Gading, dr Walta Gautama, SpB(K), Onk, mengatakan tidak ada hubungannya rutin makan mie instan dan junk food dengan tumor payudara.

"Nggak ada hubungannya. Jadi mi instan dan junk food ya hubungannya sama kolesterol, jadi nggak ada hubungannya bisa bikin tumor atau kanker. Kalaupun ada, mungkin makanannya memicu kanker (karsinogen) seperti makanan kalengan atau daging merah," jelasnya, Senin (30/9/2019).

Makan mi instan dengan coklat bisa meninggal

Hoax yang juga sempat beredar adalah makan mi instan berbarengan dengan coklat dapat menyebabkan keracunan. Hal ini disebut terjadi karena coklat memicu reaksi kimia mengubah arsenic pentoxide pada mi menjadi arsenik trioxide.

Faktanya, ahli gizi Leona Victoria Djajadi, MND, menyebut bahwa itu tidak benar karena semua produk mi instan yang dijual bebas sudah mendapat izin oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Bukannya tidak mungkin ada kontaminasi arsenik atau keracunan. Tapi yang tidak mungkin adalah produsen mi yang sudah lolos sertifikasi BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan -red), dengan sengaja memakai arsenik sebagai bahan bakunya. Jadi ini super duper hoax," kata Victoria.

Mi instan dimasak bareng bumbu memicu kanker

Sebuah pesan viral beberapa waktu lalu pernah mengatakan bahwa bumbu mi instan tidak boleh dimasak bersamaan dengan bumbunya. Sebab, dinilai bisa memicu kanker.

"Hati-hati, bumbu mi instan tidak boleh dimasak! Peringatan bagi kita semua bahwa mi instan tidak boleh dimasak bersamaan dengan bumbunya, karena MSG (monosodium glutamat) jika dimasak di atas suhu 120 derajat celcius akan berpotensi menjadi karsinogen alias pencetus kanker," demikian isi pesan yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Menurut pakar nutrisi Jansen Ongko, MSc, RD, tidak ada bukti ilmiah untuk hal tersebut. Selain itu menurutnya tidak mungkin juga memasak mi di atas suhu 120 derajat celsius karena titik didih air hanya 100 derajat celsius.

"Makin tinggi suhu dan makin lama proses pemanasan, akan meningkatkan kemungkinan terjadinya produk pirolisis. Dan itu tidak hanya berlaku bagi glutamat, tapi juga asam amino lainnya, bahkan karbohidrat," jelas Jansen.



Simak Video "Tips Agar Tetap Sehat di Musim Hujan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)