Kamis, 25 Jun 2020 07:58 WIB

Ortu Jangan Panik, Ini 3 Langkah Atasi Tantrum pada Anak

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Unhappy mother having problem with noisy naughty little daughter screaming, demanding attention, child tantrum manipulation concept, tired thoughtful mum holding head, sitting on couch at home Anak tantrum (Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes)
Jakarta -

Temper tantrum adalah luapan emosi pada anak sehingga mereka menjadi histeris saat menangis seringkali membuat orang tua bingung untuk menanganinya. Tantrum biasanya dialami pada balita atau anak usia 1-4 tahun.

"Ketika anak sudah menangis kencang, emosinya sudah ruwet sehingga tidak terpikirkan untuk bertanya baik-baik," tutur spesialis tumbuh kembang anak dari RS Pondok Indah, dr Catharine Mayung Sambo, SpA(K), dalam webinar, Rabu (24/6/2020).

Tantrum biasanya disebabkan karena kemampuan bahasa anak yang masih terbatas sehingga sulit mengekspresikan perasaannya. Meronta, menjerit, berteriak, menangis, melemparkan barang, menjadi hal yang mereka lakukan untuk mengekspresikan perasaannya.

Berikut yang bisa dilakukan orang tua untuk menghadapi anak yang sedang tantrum.

1. Tenangkan anak

Saat anak menangis, sangat tidak realistis saat orang tua langsung bertanya penyebabnya. Hal penting yang harus dilakukan orang tua adalah menenangkan anak dan mengatur emosinya agar tenang dan pelan-pelan diajak bicara.

Kalau saat tantrum orangtua langsung bertanya 'kenapa sih, kasih tahu aja', biasanya akan membuat anak lebih histeris atau menangisnya lebih kencang. Maka dari itu, lebih baik anak ditenangkan dan diredam dulu emosinya sebelum dicari penyebab tantrumnya.

2. Orang tua tak boleh panik

Sikap tenang dan tak panik akan membuat orang tua lebih mudah untuk menangani anak yang tantrum. Jika berada di tempat umum, ajak anak ke tempat yang lebih sepi untuk ditenangkan emosinya.

"Ini adalah challange orang tua untuk mengelola emosional anak dengan baik. Jangan panik kalau lihat anak seperti itu. Jangan dimarahin," sebut dr Mayung.

3. Alihkan perhatian anak

Jika anak mulai mengamuk, cari sesuatu yang bisa mengalihkan perhatian mereka dengan segera. Contohnya seperti memperlihatkan sesuatu yang ada di luar jendela atau berikan mainan kesukaannya. Orang tua juga harus terlihat terkejut dan tertarik dengan apa yang sedang diperhatikan anak.



Simak Video "Teman Bumil Rilis Buku soal Kehamilan dan Parenting Tanpa Galau"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)