Jumat, 26 Jun 2020 05:01 WIB

Ada 55 Kasus DBD di Rembang, Satu Meninggal

Arif Syaefudin - detikHealth
Ratusan rumah di RW03 Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat difogging. Hal tersebut guna mengantisipasi wabah demam berdarah. Ilustrasi fogging untuk mencegah DBD (Foto: Rifkianto Nugroho)
Rembang -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang mencatat ada sebanyak 55 kasus Deman Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi sejak awal Januari hingga Juni 2020 saat ini.

Kepala Dinas Kesehetan Kabupaten Rembang, Ali Syofii menjelaskan, dari 55 kasus tersebut, salah satu pasien diantaranya meninggal dunia. Yakni pasien berjenis kelamin laki-laki berusia 9 tahun warga Kecamatan Sulang, Rembang.

"Ada 55 kasus, sejak awal tahun sampai sekarang. Kasus meninggal 1, anak laki-laki berusia 9 tahun," jelas Ali saat dikonfirmasi detikcom melalui sambungan telepon, Kamis (25/6/2020).

Kepala bidang pengendalian dan pemberantasan penyakit Dinkes Rembang, Aris Suryoni menjelaskan, dari sebanyak 55 kasus tersebut didominasi pasien dari wilayah Puskesmas Sulang dengan total 31 pasien.

"Kasus tertinggi di PKM Sulang, 31 kasus, satu di antaranya meninggal. Sedangkan untuk wilayah Puskesmas yang sampai saat ini belum ada kasus DBD di antaranya Kecamatan Kecamatan Sale, Sedan, Pancur, dan Lasem," jelasnya.

Di sisi lain, jika dibandingkan dengan kasus tahun lalu, pada waktu yang sama yakni minggu ke 26, tahun ini justru mengalami penurunan jumlah kasus.

"Tahun 2019 kemarin, sampai minggu ke 26 tercatat ada sebanyak 90 kasus, sedangkan tahun 2020 ini di minggu ke 26 tercatat 55 kasus. Artinya memang trennya menurun. Hari ini, tersisa 1 pasien DBD yang masih dalam perawatan," terangnya.

"Tapi tetap waspada karena curah hujan tidak menentu. Gerak kader jumantik di desa-desa juga terbatas karena situasi pandemi," pungkasnya.



Simak Video "dr. Reisa Ingatkan Bahaya DBD di Tengah Pandemi COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)