Jumat, 26 Jun 2020 12:35 WIB

Ibu Hamil Disebut Lebih Berisiko Alami Kondisi Serius karena Corona, Mengapa?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
A pregnant Caucasian woman is indoors in a doctors office. Her female doctor is wearing medical clothing. The woman is holding her stomach which the doctor writes on a clipboard. Ibu hamil disebut lebih berisiko alami kondisi serius karena Corona, mengapa? (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Ibu hamil disebut lebih berisiko alami kondisi serius saat terpapar virus Corona COVID-19. Menurut laporan baru dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Amerika Serikat (AS) ibu hamil lebih berisiko dirawat di ICU karena Corona.

"Meskipun saat ini tidak ada data yang menunjukkan bahwa virus Corona COVID-19 mempengaruhi orang hamil secara berbeda dari yang lain, kita tahu bahwa orang hamil memiliki risiko lebih besar alami kondisi serius daripada orang yang tidak hamil," demikian sebut para peneliti CDC, dikutip dari CNN, Kamis (11/6/2020).

Studi CDC melibatkan 326.335 wanita berusia 15 hingga 44 tahun yang dinyatakan positif Corona. Ditemukan 50 persen ibu hamil lebih berisiko dirawat di ICU karena Corona.

"Wanita hamil 50 persen lebih berisiko dirawat di unit perawatan intensif," lanjut para peneliti CDC.

"Laporan baru ini termasuk kohort (kelompok bagian dari studi penelitian) Amerika Serikat terbesar dari wanita hamil dengan infeksi SARS-CoV-2 yang dikonfirmasi dari hasil laboratorium," kata Sara Oliver dari CDC National Center for Immunization and Respiratory Diseases ketika melakukan meeting Advisory Committee on Immunization Practices, Rabu kemarin.

Namun, masih belum jelas apakah ibu hamil dirawat di rumah sakit karena komplikasi terkait dengan infeksi virus Corona. Disebutkan, gejala virus Corona COVID-19 pada ibu hamil dengan yang tidak hamil, tidak jauh berbeda seperti batuk dan sesak napas, tetapi ibu hamil lebih jarang merasakan sakit kepala, nyeri otot, demam, kedinginan, atau diare.

CDC juga menemukan lebih dari 31 persen wanita hamil positif Corona dan dirawat di rumah sakit, dibandingkan dengan hanya 5,8 persen wanita tidak hamil ditemukan positif Corona.

"Wanita hamil 50 persen lebih mungkin dirawat di unit perawatan intensif dan 70 persen lebih mungkin untuk menerima perawatan menggunakan ventilator," kata Oliver dalam presentasinya.

Apa yang harus dilakukan ibu hamil agar tidak terkena virus Corona?

"Meskipun data tambahan diperlukan untuk lebih memahami risiko tinggi yang diamati ini, wanita hamil harus sadar akan risiko potensial mereka terkait kondisi parah dari virus Corona COVID-19," tulis para peneliti CDC.

- Tidak melewatkan janji perawatan prenatal
- Membatasi interaksi dengan orang lain sesering mungkin
- Memiliki persediaan obat-obatan selama 30 hari
- Selalu konsultasi dengan layanan medis tentang cara tetap sehat selamapandemi Corona



Simak Video "Kelompok Rentan yang Berisiko Terkena Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)