Jumat, 26 Jun 2020 19:00 WIB

3 Faktor yang Menyebabkan Vape Digandrungi Remaja Indonesia

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
ilustrasi vape Tiga faktor penyebab vape digandrungi remaja Indonesia. (Foto: iStock)
Jakarta -

Rokok elektrik atau vape kini sedang digandrungi oleh anak dan remaja Indonesia. Ini dibuktikan dengan kenaikan jumlah pengguna rokok elektrik di usia 10-18 tahun, dari 1,2 persen di 2016 (Survei Indikator Kesehatan Nasional/Sirkesnas 2016) menjadi 10,9 persen pada 2018 (Riset Kesehatan Dasar/Riskesdas 2018).

Bahkan, menurut laporan Global Youth Tobacco Survey (GYTS), jumlah perokok elektronik di Indonesia pada usia 13-15 tahun mencapai 13,7 persen di tahun 2019.

Kenapa rokok elektronik begitu diminati remaja Indonesia?

TI Monitoring Focal Point Indonesia, Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA), Mouhamad Bigwanto mengatakan ada beberapa faktor yang membuat rokok elektrik banyak diminati remaja Indonesia. Berikut adalah tiga faktornya:

1. Belum ada aturan yang jelas

Menurut Bigwanto, peraturan terkait rokok elektrik yang masih belum jelas di Indonesia membuat produk ini marak dan bebas diperjualbelikan.

"Sehingga bebas dijual dan dipromosikan di mana saja. Aturan yang ada hanya pengenaan cukai dan itu tidak begitu efektif karena promosi begitu bebas dan dijual di mana saja dan siapa saja bisa membeli," kata Bigwanto dalam webinar Bincang Asyik Lentera Anak bertajuk 'Benarkah Rokok Elektrik Aman?', Jumat (26/6/2020).

2. Karakteristik produk

Tak hanya bentuknya yang menarik, harga dari rokok elektrik juga beragam dan terjangkau oleh remaja. Selain itu, cairan atau liquid rokok elektrik juga terdapat varian rasa, seperti mangga, anggur, dan lain-lain.

"Karakteristik produk yang dijual ini, rokok elektrik itu bervariasi bukan cuma sekedar rasa tapi juga harga," ucap Bigwanto.

3. Lingkungan

Bigwanto mengatakan, rasa penasaran yang cukup tinggi dan masih kurangnya pengalaman pada remaja membuat mereka mudah dipengaruhi lingkungan. Bahkan, menurut penelitian yang ia lakukan, sebanyak 41,5 persen remaja di Indonesia mengetahui dan tertarik dengan rokok elektrik dari teman sebayanya.

"Tidak ada aturan dan bebas dijual di mana saja, itu yang membuat remaja rentan sekali terkait dengan penggunaan rokok elektrik," tuturnya.



Simak Video "Bersiteguh Vape Aman, Vaper Ramai-ramai Pamer Rontgen Dada"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)