Sabtu, 27 Jun 2020 11:15 WIB

Peneliti Temukan Kerusakan Otak pada Pasien Corona Bergejala Berat

Ayunda Septiani - detikHealth
Jumlah pasien sembuh dari COVID-19 capai angka 598.942 orang di dunia. Angka kesembuhan yang kian bertambah beri semangat bagi para pasien COVID-19 untuk sembuh Pasien Corona yang tengah menjalani perawatan. (Foto ilustrasi: AP Photo)
Jakarta -

Studi terbaru menemukan infeksi virus Corona COVID-19 pada pasien berat bisa mengakibatkan kerusakan otak. Tak hanya kerusakan otak, infeksi juga bisa mengakibatkan sejumlah komplikasi seperti, stroke, inflamasi, psikosis (gangguan jiwa yang ditandai dengan halusinasi atau delusi, dan gejala seperti demensia.

"Ini adalah gambaran penting komplikasi COVID-19 terkait otak pada pasien yang dirawat inap. Ini begitu penting bahwa kami melanjutkan pengumpulan informasi untuk memahami virus ini secara penuh," ujar Sarah Pett, salah satu peneliti dalam studi sekaligus profesor di University College London.

Dikutip dari laman Telegraph, studi yang dipublikasikan dalam jurnal Lancet Psychiatry melihat secara rinci pada 125 kasus di Inggris. Benedict Michael, salah satu pemimpin studi, menekankan studi hanya fokus pada kasus infeksi berat.

Data dikumpulkan dalam rentang waktu 2 April hingga 26 April 2020 saat virus tersebar secara eksponensial di Inggris. Peneliti menemukan, umumnya komplikasi yang tampak adalah stroke sebanyak 77 kasus dari 125 pasien. Sebagian pasien berusia di atas 60 tahun dan umumnya disebabkan pembekuan darah di otak atau disebut stroke iskemik.

Temuan lainnya menemukan 39 kasus dari 125 pasien menunjukkan kebingungan atau perubahan pada tingkah laku yang merefleksikan gangguan pada kesehatan jiwa. Dari jumlah tersebut, ada sembilan kasus yang memiliki disfungsi otak yang tidak spesifik atau ensefalopati dan tujuh kasus terdapat peradangan otak atau ensefalitis.

Menurut Michael, temuan ini penting sebagai langkah awal untuk menemukan efek virus Corona COVID-19 pada otak.

"Kami kini memerlukan studi mendetail untuk mengerti kemungkinan mekanisme biologis, sehingga kami bisa mengeksplorasi perawatan yang potensial," katanya.



Simak Video "Kenali Gejala Lain Saat Terinfeksi Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)