Sabtu, 27 Jun 2020 17:02 WIB

Viral Pedagang Ludahi Bakso Cuanki, Ini Risiko Penyakit yang Bisa Ditularkan

Ayunda Septiani - detikHealth
Ini Sosok Pedagang di Kembangan yang Ludahi Bakso Cuanki Pedagang bakso cuanki meludahi dagangannya, apa saja risiko yang bisa muncul? (Foto: (Dok.Polsek Kembangan)
Jakarta -

WS (21), pedagang bakso cuanki di Kembangan, Jakarta Barat, viral beberapa waktu lalu di media sosial terkait aksinya meludahi barang dagangannya sendiri. Windra mengaku melakukan hal ini sebagai penglaris.

"Pelaku meludahi mangkok bakso tersebut sesuai dengan ajaran yang dipelajari pelaku dari gurunya pada saat berada di kampungnya daerah Garut, kurang-lebih satu minggu yang lalu," kata Kapolsek Kembangan Kompol Imam Irawan dalam keterangannya kepada detikcom, Jumat (26/6/2020).

Dari sisi kepantasan, meludahi makanan sudah tentu tidak dibenarkan. Di sisi lain, air liur manusia sangat mungkin mengandung berbagai macam kuman atau mikroba yang bisa menularkan penyakit. Kira-kira apa saja ya?

"Kuahnya panas, tapi mangkuknya kan nggak. Panasnya kuah pun belum tentu 100 derajat Celcius. Jadi? Tetap risiko tinggi,"dr Tan Shot Yen - Pakar Gizi Komunitas

Pakar gizi komunitas dr Tan Shot Yen mengatakan ada beberapa penyakit yang bisa ditularkan lewat air liur. Ada yang menyerang pencernaan, ada pula yang mengganggu sistem organ yang lain,

"Prinsipnya droplet infection. Mulai dari TBC, COVID-19, pneumonia, difteri, influensa, meningitis, mikoplasma (jamur), rubella, mumps (gondongan/ parotitis), campak hingga cacar air," ujar dr Tan saat dihubungi detikcom, Sabtu (27/6/2020).

dr Tan menambahkan karena pada prinsipnya semua bakteri dalam percikan air liur manusia sangat berpotensial menular.

"Semua bakteri, virus, dan jamur yang bisa hidup dalam percikan ludah manusia sangat berpotensi menularkan penyakitnya," tambahnya.

Lho, tapi kan kuah bakso cukup panas untuk membunuh mikroba? Belum tentu, menurut dr Tan.

"Kuahnya panas, tapi mangkuknya kan nggak. Panasnya kuah pun belum tentu 100 derajat Celcius. Jadi? Tetap risiko tinggi," tegasnya.



Simak Video "Menular Lewat Droplet, Ini Beda Gejala COVID-19 dan TBC"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)