Minggu, 28 Jun 2020 11:23 WIB

Benarkah AC Rentan Tularkan Virus Corona?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Studi April lalu sempat menunjukkan adanya potensi penyebaran virus Corona COVID-19 melalui penggunaan air conditioner AC. Benarkah AC berpotensi membantu penyebaran virus Corona COVID-19?

"Ada beberapa laporan bahwa mal, bar, klub sosial tertentu dengan pendingin udara, bahwa pendingin udara mungkin tidak membersihkan udara dari virus, hanya mensirkulasi udara dengan virus," kata Gubernur New York Andrew Cuomo dalam briefing, Rabu, dikutip dari NBC News.

Namun para ahli mengatakan hanya ada sedikit bukti soal keterkaitan penggunaan AC dengan risiko penyebaran virus Corona. Risiko ini lebih mungkin berasal dari jumlah waktu yang dihabiskan seseorang dalam ruangan saat berada dekat dengan orang lain.

"Pembukaan fasilitas dari sudut pandang saya, dan saya pikir ini dibagikan oleh rekan-rekan, itu tidak tergantung pada AC, itu adalah soal berkumpulnya orang-orang untuk jangka waktu yang lama," kata Dr William Schaffner, seorang profesor kedokteran pencegahan dan penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center.

"Anda dapat memikirkan eksperimen laboratorium dan kemungkinan teoritis tentang bagaimana AC dapat menyebarkan virus Corona, tetapi sejauh ini sebenarnya tidak ada bukti penting bahwa ini bisa terjadi," jelas Schaffner.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada bulan April menimbulkan kekhawatiran bahwa AC dapat menyebarkan virus Corona COVID-19. Penelitian diterbitkan dalam jurnal Centers for Disease Control and Prevention's Emerging Infectious Diseases, merinci sebuah contoh di mana 10 pengunjung restoran di China jatuh sakit setelah makan di meja yang tidak jauh berdekatan dengan meja lain.

Para penulis menyimpulkan bahwa virus Corona itu disebarkan oleh AC yang mengembuskan percikan kecil atau droplet virus Corona COVID-19 yang mungkin bertahan di udara. Schaffner mengatakan penelitian ini mungkin merupakan temuan yang menarik, tetapi tetap perlu diingat bahwa tidak ada kasus serupa yang dilaporkan dengan jutaan kasus Corona saat ini di seluruh dunia.

Amesh Adalja, seorang dokter penyakit menular dan seorang sarjana senior di Johns Hopkins Center for Health Security, pun belum melihat bukti terkait penularan virus Corona yang didukung oleh penggunaan AC.

"Saya belum melihat bukti kuat bahwa kita melihat bahwa ini ditransmisikan secara udara. Ini (virus Corona) terutama menyebar dari percikan yang berpindah dari satu orang langsung ke orang lain," kata Adalja.

"Meskipun secara teori penggunaan AC disebut mungkin memfasilitasi penyebaran virus Corona, banyak faktor yang mungkin bisa membuat hal tersebut terjadi, seperti waktu batuk, atau semburan ke udara pada saat yang tepat," jelas Joseph Fair, seorang ahli virus sekaligus kontributor di NBC News.

Fair meyakini penyebaran melalui AC bukan merupakan faktor utama dalam transmisi, karena kasus-kasus Corona selama ini tidak menemukan fenomena tersebut. "Jika Anda berpikir tentang berapa banyak orang Amerika yang menggunakan AC, itu adalah 9 dari 10 dari kita, jadi kita akan memiliki lebih banyak (kasus Corona) seharusnya daripada apa yang kita miliki saat ini," kata Fair.

Sementara itu, profesor teknik arsitektur di Penn State Institutes Energi dan Lingkungan Amerika mengatakan ventilasi yang baik seharusnya tidak meningkatkan risiko terjadinya penularan virus Corona. Pastinya, hingga saat ini bisa dikatakan bahwa belum ada bukti lanjut terkait risiko penularan virus Corona melalui AC dengan kemungkinan droplet yang bertahan di udara.

Liverpool


Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)