Terpopuler Sepekan: Dokter Telanjang Kok Malah Diviralkan?

Terpopuler Sepekan: Dokter Telanjang Kok Malah Diviralkan?

Firdaus Anwar - detikHealth
Minggu, 28 Jun 2020 18:11 WIB
Terpopuler Sepekan: Dokter Telanjang Kok Malah Diviralkan?
Penyebar video viral dokter yang telanjang dijerat UU ITE. (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu sempat viral video yang menunjukkan seorang wanita sedang telanjang di jalanan Surabaya. Sang pengunggah video menyebut wanita itu adalah dokter yang 'stres' karena suami dan anaknya meninggal terinfeksi virus Corona COVID-19.

Ketua RT setempat, Darojat, membenarkan bahwa wanita yang ada di video adalah seorang dokter. Hanya saja ia membantah isu samg wanita mengalami gangguan jiwa karena keluarganya meninggal.

"Tidak benar kalau meninggal karena Corona. Anak dan suaminya masih hidup dan dalam keadaan baik," kata Darojat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur, dr Sutrisno, mengatakan saat ini sang dokter wanita sudah ditangani oleh psikiater tanpa dirawat di rumah sakit. Sementara sang pengunggah video ditangkap polisi di kawasan Jakarta Barat pada Minggu (21/6/2020) lalu.

"Sekarang orangnya dirawat. Biarlah dia segera memulihkan dirinya," kata dr Sutrisno.

ADVERTISEMENT

Menanggapi kejadian viralnya wanita telanjang ini, ahli kesehatan jiwa dr Lahargo Kembaren, SpKJ, dari RS dr. H. Marzoeki Mahdi di Bogor mengatakan seharusnya orang-orang segera hubungi petugas dari dinas sosial atau aparat keamanan. Jangan melakukan tindakan yang malah bisa melecehkan harkat dan martabat.

"Mari kita juga menghindari memberikan stigma dan diskriminasi bagi orang dengan gangguan jiwa karena mereka dan keluarganya sudah cukup menderita dengan gangguan jiwa yang dialaminya," kata dr Lahargo saat dihubungi terpisah.

"Bila melihat dan menemukan orang dengan gangguan jiwa, segeralah menghubungi dinas sosial, aparat keamanan, atau pemerintahan setempat agar bantuan dapat segera diberikan. Hindari melakukan hal-hal yang melecehkan dan merendahkan harkat serta martabat mereka sebagai manusia," lanjutnya.




(fds/up)

Berita Terkait