Senin, 29 Jun 2020 08:00 WIB

Studi Temukan Anak-anak Lebih 'Kuat' Melawan Infeksi Virus Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sebagai kota pertama pandemi Corona, kini Wuhan kembali ke kehidupan normal secara bertahap. Hal itu ditandai dengan keceriaan anak-anak saat bermain di luar ruangan. Gejala virus Corona pada anak disebut lebih ringan (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Mayoritas anak-anak yang terinfeksi virus Corona di 26 negara disebut memiliki kondisi klinis yang baik dibandingkan dengan orang dewasa, menurut tinjauan studi yang menilai penelitian yang diterbitkan selama empat bulan pertama pandemi.

Peneliti di Long School of Medicine di Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Texas, San Antonio, melakukan tinjauan sistematis terbesar hingga saat ini terhadap anak-anak dan remaja dengan COVID-19, menilai data klinis lebih dari 7.500 pasien.

Dalam temuan yang diterbitkan dalam EClinicalMedicine, jurnal The Lancet, mereka mengatakan hampir seperlima dari populasi anak dengan COVID-19 tidak menunjukkan gejala apa pun, dan 21 persen anak-anak menunjukkan tanda-tanda kerusakan jaringan pada paru-paru.

Temuan lain di antaranya:

- 19 persen dari populasi anak dengan COVID-19 tidak menunjukkan gejala
- 21 persen menunjukkan adanya lesi bercak pada rontgen paru
- 5,6 persen mengidap koinfeksi, seperti flu
- 3,3 persen dirawat di ICU
- 7 kematian

"Data ini kami kompilasi dari 131 penelitian danmencakup 7.780 pasien usia anak," kata penulis senior studi Alvaro Moreira, MD, MSc, asisten profesor pediatri di UT Health San Antonio, dikutip dari Science Daily.

Gejala Virus Corona pada Anak

Menurut studi tersebut, gejala virus Corona pada anak yang paling mirip dengan orang dewasa adalah demam dan batuk yang ditemukan dari 59 persen pasien ana.

Dari 233 partisipan, terdapat catatan medis dengan 152 anak di antaranya mengidap sistem kekebalan tubuh lemah, autoimun atau punya penyakit jantung dan pernapasan.

"Meski kami mendengar adanya komplikas parah tentang penyakit ini pada anak-anak, hal tersebut sangat langka," sebut Moreira.

Berdasarkan hasil laboratorium yang dicatat dalam studi yang ditinjau, para ilmuwan menyebut terdapat beberapa pasien COVID-19 memiliki tingkat molekul abnormal yang menandakan peradangan pada tubuh.

Untungnya hanya sebagian kecil pasien yang memiliki inklusi sindrom inflamasi multisistem. Kondisi ini seperti gejala parah virus Corona yang terlihat pada orang dewasa.

Para ilmuwan mengatakan gagal ginjal terlihat pada 9 pasien anak, gagal hati juga diidap 9 anak, dan syok dialami oleh 19 pasien anak. Terdapat 42 pasien anak yang juga harus menggunakan ventilator.

Sementara penelitian tinjauan memberikan bukti bahwa anak-anak dengan COVID-19 memiliki prognosis yang lebih baik secara keseluruhan, para ilmuwan mengatakan studi lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan tersebut.

"Untuk lebih memahami pasien mana yang berisiko lebih tinggi untuk mengalami peradangan parah dan kegagalan multi-organ," pungkasnya.



Simak Video "WHO Sebut 3 Tempat yang Mudah Tularkan Virus Corona "
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)