Senin, 29 Jun 2020 08:52 WIB

Waspada, Ini Akibat Penurunan Massa Otot pada Lansia

Inkana Putri - detikHealth
lansia Foto: shutterstock
Jakarta -

Memasuki usia di atas 60 tahun biasanya orang mengalami penurunan fisik yang signifikan sehingga cenderung tidak bisa bergerak leluasa layaknya saat masih muda. Terjadinya penurunan fungsi otot karena penuaan disebut sarcopenia. Hal ini menyebabkan lansia sulit melakukan aktivitas sehari-hari, bahkan seperti menaiki tangga.

Medical Marketing Manager Kalbe Nutritionals dr Adeline Devita mengatakan penurunan massa otot paling sering terjadi pada orang yang tidak aktif secara fisik disertai kurang nya asupan nutrisi yang dapat mempertahankan massa otot.

"Orang yang tidak aktif bergerak dapat kehilangan massa otot sebanyak 3-5% setiap 10 tahun setelah usia 30 tahun," ujarnya kepada detikcom baru-baru ini.

Sarkopenia pada lansia ternyata juga dapat berdampak serius jika dibiarkan apalagi jika lansia juga memiliki penyakit lain seperti osteoporosis. Dikutip dari Study Finds, ketika dikombinasikan dengan osteoporosis, sarcopenia membuat pria dan wanita yang lebih tua lebih rentan jatuh, patah tulang, dan mengalami cedera fisik yang serius.

Untuk meminimalisir proses degeneratif khususnya untuk sendi dan tulang, kebutuhan kalsium sangatlah diperlukan untuk memperkuat tulang sejak dini. Selain itu, memenuhi asupan tinggi protein juga sangat penting untuk membantu memperbaiki jaringan tubuh dan menambah massa otot.

"Selain pemenuhan nutrisi untuk massa otot, lansia juga perlu memperhatikan nutrisi untuk kekuatan tulang agar tetap dapat bergerak aktif, yaitu memerlukan asupan kalsium agar tulang tetap kuat menopang tubuh untuk beraktivitas," kata dr Adeline.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, selain kalsium lansia juga dapat mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D, magnesium, dan protein untuk menjaga kesehatan tulang. Bahkan, protein juga disebut mampu memperbaiki jaringan tubuh.

"Selain itu, penuhi asupan tinggi protein untuk membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh serta menambah massa otot," katanya.

Asupan protein, kalsium dan vitamin harian semuanya dapat Anda dapatkan dapatkan dalam susu Entrasol Senior. Meskipun memiliki kandungan tinggi protein 12gr/ saji, Entrasol Senior memiliki kandungan yang rendah laktosa sehingga aman bagi lansia yang biasanya mengalami intoleransi laktosa.

"Entrasol Senior juga dilengkapi dengan serat, tinggi vitamin C, D , E, serta mineral dapat membantu lansia tetap aktif seiring bertambahnya usia," pungkasnya.



Simak Video "Veronica Tan Bikin Layanan Homecare untuk Lansia"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)