Selasa, 30 Jun 2020 06:58 WIB

Rokok dan Vape Diklaim Perburuk Komplikasi Virus Corona

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Rokok elektronik menggunakan baterai bekerja dengan cara memanaskan cairan di dalam tabung atau vaping. Vape (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Merokok dan vaping disebut bisa meningkatkan risiko komplikasi virus Corona COVID-19. Para ahli mengungkap kebiasaan merokok dan vaping dapat merusak organ-organ vital dalam tubuh.

Dikutip dari Daily Mail, para ahli mengakui bahwa rokok konvensional lebih berbahaya daripada vape. Namun, bukan berarti vape adalah alternatif yang baik untuk kesehatan.

Sebuah studi di Universitas Mainz, Jerman, menunjukkan kebiasaan merokok dan vaping membuat pembuluh darah arteri jadi mengeras. Artinya, arteri yang mengeras dapat membuat aliran darah jadi tidak lancar, sehingga mengganggu beberapa fungsi organ, seperti paru-paru dan jantung.

"Sebagaimana dirumuskan oleh WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), merokok tembakau dan vaping dapat membuat gejala COVID-19 semakin parah, daripada mereka yang tidak merokok," tulis studi yang dipimpin oleh Profesor Thomas Munzel, seorang ahli jantung di Universitas Mainz tersebut.

"Karena merokok dan vaping merupakan faktor risiko terjadinya infeksi pernapasan dan memperburuk kondisi penyakit yang sudah ada sebelumnya, seperti sakit jantung. Ini bisa membuat pasien COVID-19 lebih rentan mengalami gejala parah, sehingga menyebabkan peningkatan mortalitas (kematian)," jelasnya.



Simak Video "Bersiteguh Vape Aman, Vaper Ramai-ramai Pamer Rontgen Dada"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)