Selasa, 30 Jun 2020 11:31 WIB

Peneliti Inggris Sebut Obat HIV Tak Efektif untuk Pengobatan Pasien Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
ilustrasi minum obat Ilustrasu obat (Foto: iStock)
Jakarta -

Kombinasi obat antivirus yang digunakan untuk pengobatan HIV disebut tidak memiliki efek menjanjikan pada pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit.

Para ilmuwan di Inggris yang menjalankan uji coba RECOVERY Trial di mengatakan lopinavir-ritonavir tidak bermakna bagi pasien virus Corona yang diteliti pada studi tersebut.

Setelah membandingkan 1.596 pasien yang diberi lopinavir-ritonavir dengan 3.376 pasien dalam kelompok kontrol, para ilmuwan tidak menemukan perbedaan dalam mortalitas, lama tinggal di rumah sakit atau risiko memakai ventilator.

"Hasil awal ini menunjukkan bahwa untuk pasien yang dirawat di rumah sakit dengan COVID-19 dan tidak menggunakan ventilator, lopinavir-ritonavir bukan pengobatan yang efektif," kata Peter Horby, Kepala Peneliti RECOVERY Trial dikutip dari Reuters.

Para ilmuwan tidak dapat menarik kesimpulan tentang efektivitas kombinasi obat tersebut pada pasien dengan ventilator karena kesulitan pemberiannya.

Sebelumnya obat HIV kombinasi lopinavir-ritonavir menjadi salah satu kandidat obat yang efektif untuk menyembuhkan pasien Corona. Obat HIV kombinasi Lopinavir-ritonavir juga sedang dipelajari dalam percobaan untuk pasien Corona oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

Percobaan RECOVERY Trial yang berbasis di University of Oxford, Inggris, telah memeriksa efektivitas dari enam kemungkinan pengobatan untuk pasien COVID-19 dan telah menguji 11.800 pasien secara keseluruhan.

RECOVERY Trial beberapa waktu lalu juga menguji dexamethasone yang ternyata mampu mengurangi tingkat kematian pasien dengan bantuan oksigen dan ventilator.



Simak Video "Mengenal Ad5-nCov, Vaksin Corona untuk Antibodi COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)