Selasa, 30 Jun 2020 12:20 WIB

Ganjar Ungkap Data Kematian Pasien Corona, Terbanyak Idap Hipertensi

Angling Adhitya Purbaya - detikHealth
Sebanyak 200 pegawai dari berbagai instansi di lingkungan Kecamatan Senen menjalani test swab. Hal ini dilakukan guna mencari orang tanpa gejala yang terjangkit COVID-19. Virus Corona COVID-19 (Ilustrasi: Agung Pambudhy)
Semarang -

Gubernur Jawa tengah, Ganjar Pranowo memaparkan kondisi terkini pandemi COVID-19 di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam paparannya Ganjar menyebutkan hasil analisis penyakit bawaan pasien COVID-19 yang meninggal dan tertinggi adalah Hipertensi.

Ganjar mengawali dengan kondisi jumlah pasien Corona di Jateng yang diupdate hari ini pukul 08.06 WIB. Orang daam pantauan ada 50.588 orang, pasien dalam pengawasan ada 8.683 orang. Kemudian positif ada 3.996 orang dengan rindian yang dirawat 1.818 orang,yang sembuh 1.856 orang, serta yang meninggal 322 orang.

"Ini jumlah kasus baru meninggal. Kami coba untuk melakukan satu analisis dari pasien yang meninggal," kata Ganjar dalam kunjungan Presiden di gedung Gradhika Bakti Praja, Semarang, Selasa (30/6/2020).

Ganjar menjelaskan, dari analisis penyakit pasien COVID-19, Ganjar menyebut data sebagai berikut:

  • Hipertensi 39,6 persen
  • Diabetes Melitus 36,0 persen
  • Ginjal Kronis 5,5 persen
  • Gagal Jantung 5,5 persen
  • Jantung Koroner 3,9 persen
  • Asma 3,1 persen
  • Stroke 2,8 persen
  • dan lainnya.

"Ternyata dari kasus kematian tinggi, kami melakukan analisis riwayat penyakit. Tertinggi karena Hipertensi, Diabetes, Ginjal Kronis, Gagal Jantung, dan lain lain. Ini kondisi yang butuh perhatian, maka identifikasi sejak awal ini yang kita lakukan," jelasnya.

Dalam paparannya Ganjar juga menegaskan Kota Semarang dan Kabupaten Demak masih masuk zona merah dan daerah lainnya juga masih dalam pengawasan. Ia meminta Kepala daerah yang zonanya kuning juga tetap waspada.

"Kemarin kita sudah putuskan akhirnya pada daerah ini akan kami dampingi. Langkah kami akan bentuk Korwil di enam eks Karisidenan. Sehingga saat ada usulan sudah bebas, saya bilang jangan dulu, pastikan dalam 14 hari berturut-turut tidak ada penambahan," jelasnya.



Simak Video "Pemprov Jateng Borong Jutaan Masker Senilai Rp 10 Miliar "
[Gambas:Video 20detik]
(alg/up)