Rabu, 01 Jul 2020 17:35 WIB

Ada yang Berubah, Ini Gejala COVID-19 Terbaru yang Perlu Kamu Tahu

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Sebuah laboratorium kontainer berada di halaman Rumah Sakit Duren Sawit, Jaktim. Laboratorium itu diketahui jadi lokasi penelitian spesimen COVID-19. Gejala COVID-19 (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) Amerika Serikat telah mengumumkan tanda gejala COVID-19 terbaru yang dialami oleh pasien yang terinfeksi virus Corona.

Melalui situs resminya, CDC mengungkap indikator lain yang sudah dilaporkan, yaitu:

  • Nyeri otot
  • Menggigil
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Kehilangan indra penciuman
  • Kehilangan indra perasa
  • Hidung tersumbat atau pilek
  • Mual
  • Diare

"Daftar ini tidak mencakup semua gejala (virus Corona) yang mungkin terjadi. CDC akan terus memperbarui daftar ini karena kami mempelajari lebih lanjut tentang virus Corona COVID-19," sebut CDC, dikutip dari New York Post.

Selain itu, ada gejala COVID-19 yang paling umum dirasakan oleh orang yang terinfeksi Corona, misalnya batuk, sesak napas, dan demam. Umumnya gejala ini dialami oleh pasien 2-14 hari setelah terinfeksi virus. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa gejala COVID-19 yang perlu diketahui.

1. Demam

Salah satu gejala COVID-19 yang paling umum dirasakan pasien Corona adalah demam. Sebab, saat terinfeksi, tubuh akan melakukan respons alami berupa demam untuk melawan virus atau bakteri. Jika suhu tubuh mencapai di atas 37,5 derajat Celsius, disarankan segera berkonsultasi ke rumah sakit.

2. Sesak napas

Dikutip dari CNN, sesak napas bisa terjadi meski tanpa disertai gejala batuk. Jika kamu merasakan gejala ini, seperti dada terasa sesak atau kesulitan bernapas, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

3. Batuk

Selain demam, batuk kering menjadi salah satu gejala COVID-19 yang paling umum terjadi.

4. Diare

Diare jadi salah satu tanda gejala COVID-19 terbaru ini dirasakan oleh beberapa pasien. Bahkan, menurut sebuah studi di China, sekitar setengah dari 200 pasien yang terinfeksi Corona mengalami gejala diare.

5. Mata merah muda

Beberapa studi menemukan, 1-3 persen pasien positif COVID-19 mengalami konjungtivitis atau yang lebih sering disebut mata merah muda.

6. Kehilangan indra perasa dan penciuman

Hilangnya kemampuan mencium bau dan mengecap rasa menjadi salah satu gejala terinfeksi Corona yang tidak biasa dan dialami oleh beberapa pasien.

7. Sakit tenggorokan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan sebanyak 14 persen dari 6.000 kasus COVID-19 di China memiliki gejala berupa sakit tenggorokan dan sakit kepala.

8. Penyakit saraf

Gejala penyakit saraf yang pernah dilaporkan pasien, di antaranya kejang, kebingungan, pusing, sakit kepala, mengigau, hingga stroke.

9. Lesi pada kulit

Lesi kulit merupakan jaringan kulit yang tumbuh secara abnormal, baik di permukaan maupun di bawah jaringan permukaan kulit. Dalam beberapa kasus, gejala COVID-19 pada kulit ini muncul di kaki pasien dan menyerupai cacar air.

10. Kabut otak

Dikutip dari The Sun, pasien Corona bernama Thea Jourdan mengalami gejala kabut otak atau kelelahan mental. Ia mengalami kabut otak yang diawali dengan merasa lelah dan hanya ingin istirahat di tempat tidur.

Thea tidak mengalami batuk dan demam, tetapi ia merasakan sensasi seperti menghirup bedak di paru-paru.

11. Kelelahan

Menurut WHO, salah satu gejala COVID-19 yang paling umum pada pasien adalah kelelahan. WHO melaporkan hampir 40 persen dari 60 ribu pasien Corona mengalami kelelahan yang ekstrem. Rasa lelah ini terus berlanjut sampai tubuh pulih dari virus tersebut.

12. Gatal-gatal

Para ahli dari Prancis percaya bahwa ruam dan gatal tanpa sebab bisa menjadi salah satu gejala COVID-19 pada kulit. Sebab, gejala ini dialami oleh beberapa pasien. Gejalanya berupa muncul bintik-bintik pada kulit dan terasa gatal.

13. Kulit seperti 'tersetrum'

Gejala COVID-19 pada kulit lainnya yang tak biasa pada pasien Corona adalah kulit terasa seperti 'tersetrum'. Dikutip dari New York Post, Kepala Perawatan Penyakit Menular di ProHealth Care Associates Dr Daniel Griffin mengatakan kondisi ini bukanlah gejala umum, melainkan reaksi antibodi terhadap infeksi virus.

14. Nyeri otot

Menurut laporan WHO, 15 persen pasien mengalami tanda gejala COVID-19 terbaru ini. Dikutip dari The Sun, nyeri otot disebabkan bahan kimia sitokin yang dilepaskan ke tubuh sebagai respons terhadap infeksi.



Simak Video "Menular Lewat Droplet, Ini Beda Gejala COVID-19 dan TBC"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)