Jumat, 03 Jul 2020 20:01 WIB

Hingga Tengah Tahun, 47 Orang Meninggal karena DBD di Jawa Tengah

Angling Adhitya Purbaya - detikHealth
Waspada Ancaman DBD di Tengah Pandemi Covid-19 47 orang meninggal karena DBD di Jawa Tengah. (Foto: DW (News))
Jawa Tengah -

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengimbau agar masyarakat juga waspada terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD). Tercatat ada 47 orang meninggal akibat DBD sejak Januari hingga akhir Juni 2020.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo saat menjawab pertanyaan wartawan lewat video. Ia mejelaskan jumlah kasus DBD di Jateng hingga bulan Juni yaitu ada 3.189 kasus.

"Sampai akhir Juni kemarin jumlah kasus DBD ada 3.189 kasus dan yang meninggal 47 orang," kata Yulianto, Jumat (3/7/2020).

Dengan jumlah tersebut, insiden rate kasus DBD di Jawa Tengah yaitu 9,16 kasus per 100 ribu penduduk. Yulianto juga menjelaskan tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) DBD di wilayahnya sekitar 1,47 persen dari total jumah kasus.

"Jumlah kasus meninggal dibagi kasus DBD dikalikan 100 persen, ada 1,47 persen. Semakin kecil semakin baik," jelasnya.

Ia berharap masyarakat mulai waspada terlebih masih beberapakali turun hujan. Yulianto menjelaskan tim pemantau jentik masih terus berjalan agar DBD bisa diantisipasi.

"Waspadai, terkadang masih hujan, berpotensi timbul kasus DBD, dipengaruhi juga faktor lingkungan dan tentunya perilaku," katanya.

Sementara itu terkait daerah dengan kasus terbanyak Yulianto menyebutkan nama daerah namun tidak detail jumlahnya. Yaitu, Banyumas, Purbalingga, Purworejo, Klaten, Batang, Kota Magelang, dan Kota Semarang

"Untuk yang Case Fatality Rate tinggi yaitu Kota Pekalongan, Banjarnegara, Banyumas, Purbalingga, Grobogan, dan Temanggung," tutup Yulianto.



Simak Video "Studi Terbaru Sebut Demam Berdarah Bikin Kebal Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)