Sabtu, 04 Jul 2020 10:20 WIB

Kebiasaan Sehat Ini Ternyata Bisa Cegah Sakit Jantung dan Stroke

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
peregangan simpel Rutin lakukan peregangan bisa membantu cegah sakit jantung dan stroke. (Foto: Kireina/detikHealth)
Jakarta -

Penelitian baru yang dipublikasikan dalam Journal of Physiology menunjukkan bahwa sering melakukan peregangan pasif atau passive stretching di kaki yang sangat mudah dilakukan membantu meningkatkan aliran darah dengan membuat arteri melebar dan mengurangi kekakuannya.

Passive stretching adalah melakukan peregangan dengan menggunakan alat bantu atau kekuatan eksternal seperti tali, perekat peregangan, atau orang lain untuk mengendurkan otot. Peneliti mengamati bahwa rutin peregangan bisa mencegah penyakit pembuluh darah nomor satu, penyakit jantung.

Para ahli di Universitas Milan meneliti 39 peserta sehat ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama yang tidak rutin melakukan peregangan sementara kelompok eksperimen aktif peregangan kaki 5 kali seminggu dalam 12 minggu.

Setelah mengevaluasi efek peregangan pasif pada aliran darah, mereka menemukan bahwa terjadi penurunan kekakuan darah di area tungkai bawah. Perubahan ini mungkin memiliki implikasi untuk penyakit seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes yang ditandai oleh perubahan dalam kontrol aliran darah, karena gangguan sistem pembuluh darah.

"Jika direplikasi pada pasien dengan penyakit vaskular, ini dapat menunjukkan apakah metode pelatihan ini dapat berfungsi sebagai pengobatan baru untuk meningkatkan kesehatan pembuluh darah dan mengurangi risiko penyakit, terutama pada orang dengan mobilitas rendah," tulis peneliti dikutip dari Science Daily.

Peregangan juga bisa diterapkan pada pasien rawat inap atau setelah intervensi bedah untuk menjaga pembuluh darah tetap stabil pada pasien dengan risiko tinggi.

"Peregangan ini sangat relevan di periode pandemi saat ini yang memungknkan kita melakukan latihan ringan yang bermanfaat untuk mencegah penyakit jantung, stroke, dan kondisi mematikan lainnya," tutur penulis peneliti, Emiliano Ce.



Simak Video "Memasuki Usia 20-an, Seberapa Sering Harus Cek Kolesterol?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)