Sabtu, 04 Jul 2020 11:10 WIB

Kementan Bikin Kalung 'Antivirus' Corona dari Eucalyptus, Apa Sih Itu?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kalung antivirus Corona (Vadhia Lidyana-detikcom) Kalung antivirus Corona dari Kementan akan diproduksi massal. (Foto: Vadhia Lidyana-detikcom)
Jakarta -

Kementerian Pertanian (Kementan) disebut bakal memproduksi kalung antivirus Corona dari tanaman eucalyptus atau astiri secara massal pada Agustus mendatang. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengklaim dari hasil laboratorium, ada satu jenis eucalyptus yang efektif membunuh COVID-19.

"Ini sudah dicoba. Jadi ini bisa membunuh, kalau kontak 15 menit dia bisa membunuh 42 persen dari Corona. Kalau dia 30 menit maka dia bisa 80 persen," tutur Mentan Syahrul Yasin Limpo usai menemui Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (3/7/2020).

Eucalyptus memang digadang-gadang menjadi antivirus Corona. Di bulan Mei lalu, Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry mengatakan telah mendapat formula untuk menangkal penularan COVID-19 dari tanaman eucalyptus karena bahan aktif dari tumbuhan tersebut diklaim bisa membunuh Mpro atau enzim dalam virus Corona.

Apa sih sebenarnya eucalyptus itu?

Di Indonesia sendiri, eucalyptus lebih dikenal dengan nama kayu putih. Tanaman ini juga sejak dulu dipercaya sebagai obat yang bisa menyembuhkan dan meredakan penyakit tertentu.

Dikutip dati Medical News Today, di dunia ada lebih dari 700 spesies tumbuhan eucalyptus. Eucalyptus dari Australia disebut yang biasa dicari untuk diambil minyaknya

Jenis yang paling umum dimanfaatkan untuk minyaknya adalah Eucalyptus globulus. Minyak eucalyptus atau minyak kayu putih ini sendiri didapatkan lewat proses distilasi daunnya yang dipercaya kaya akan antioksidan.

Sebuah studi yang diterbitkan di Clinical Microbiology & Infection menunjukkan bahwa minyak kayu putih mungkin memiliki efek antibakteri pada bakteri patogen di saluran pernapasan bagian atas. Selain itu seperti banyak minyak esensial pada umumnya, minyak kayu putih juga pernah diteliti kegunaannya sebagai pereda nyeri.

Penelitian dalam Evid Based Complement Alternative Medication yang dipublikasikan pada tahun 2013 menyebut menghirup minyak kayu putih selama 30 menit pada tiga hari berturut-turut setelah operasi penggantian lutut efektif dalam mengurangi rasa sakit dan tekanan darah pasien.



Simak Video "Ampuhkah Kalung 'Antivirus' Eucalyptus untuk Tangkal COVID-19?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)