Minggu, 05 Jul 2020 08:51 WIB

Bukan Kalung Anticorona, Malah #KalungAntiBego yang Trending di Twitter

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Kementerian Pertanian (Kementan) akan memproduksi secara massal 'kalung anticorona' berbasis minyak atsiri minyak eucalyptus. Klaim 'antivirus' dan bisa menangkal virus Corona COVID-19 memicu kontroversi karena dinilai berlebihan.

Berdasarkan riset Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), tanaman eucalyptus mengandung senyawa aktif 1,8-cineole (eucalyptol). Dalam pengujian di laboratorium, senyawa ini diklaim bisa menghambat replikasi virus.

Ada 3 produk 'antivirus' berbasis eucalyptus yang dibuat Kementan bekerja sama dengan sebuah perusahaan farmasi. Ketiganya adalah inhealer, roll on, dan kalung anticorona.

Namun klaim 'bisa menangkal virus' menuai kontroversi karena ketiga produk tersebut belum dibuktikan manfaatnya melalui uji klinis. Di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), 2 dari 3 produk tersebut baru terdaftar sebagai jamu.

"Sampai saat ini Badan POM tidak pernah memberikan persetujuan klaim khasiat obat herbal yang dapat mengobati segala jenis penyakit, termasuk infeksi virus COVID-19," tegas BPOM dalam rilis resminya pada Selasa (5/5/2020).


Pandangan skeptis terhadap kalung anticorona juga disampaikan para netizen melalui hashtag #kalungantibego yang sempat memuncaki trending topic di Twitter. Melalui hashtag tersebut, para netizen menyampaikan olok-oloknya.


"#KalungAntiBego prodak kementan kayak jimat," tulis @amor***.

"Maksudnya ini gimana ya, emangnya kalau udah pake kalung ini terhindar dari corona, Ya Allah kenapa negeri ini suka bercanda, bercanda nya jelek," tulis pemilik akun @arya**.

#kalungantibegoTrending hashtag #kalungantibego Foto: tangkapan layar



Simak Video "Ampuhkah Kalung 'Antivirus' Eucalyptus untuk Tangkal COVID-19?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)