Minggu, 05 Jul 2020 18:04 WIB

Cegah Baby Boom Saat Pandemi, Alat Kontrasepsi di Klaten Dikirim Via Ojol

Achmad Syauqi - detikHealth
young woman pierces a condom Ilustrasi alat kontrasespsi (Foto: iStock)
Klaten -

Fenomena kelahiran bayi massal atau baby boom di masa pandemi COVID 19 mulai diwaspadai Pemkab Klaten. Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB tetap memasok alat dan obat kontrasepsi ke layanan KB melalui jasa ojek online.

"Dengan menggunakan ojek online, kita berharap dengan cara seperti itu fasilitas kesehatan tetap menerima pasokan alkon yang sesuai. Sehingga pelayanan KB dapat maksimal dan baby boom dapat dicegah," ungkap Kepala Dinsos P3A dan KB Pemkab Klaten, Much Nasir pada detikcom, Minggu (5/7/2020).

Nasir menjelaskan di situasi pandemi saat ini, fenomena baby boom yang tak terkendali bisa terjadi karena stay at home dan interaksi di rumah intensif. Dinas memastikan distribusi alat dan obat terjamin dengan protokol COVID.

"Distribusi alat dan obat kontrasepsi di masa pandemi dengan ojek online (Diskon Mami Ojol) ini untuk meminimalisir kontak langsung sekaligus physical distancing. Kardus berisi alokon yang didistribusikan juga disemprot cairan desinfektan," sambung Nasir.

Dikatakan Nasir, ada sedikitnya 110 fasilitas kesehatan atau faskes yang melayani KB dan tersebar di daerah-daerah. Faskes tersebut meliputi puskesmas, klinik pratama negeri maupun swasta, serta melibatkan dokter keluarga maupun bidan praktek mandiri.

"Faskes baik puskesmas, klinik dan bidan itu tersebar di 26 Kecamatan. Sejauh ini jumlah kehamilan berdasarkan data bulan Mei tercatat 7.076," imbuh Nasir.

Dari angka itu, sambung Nasir, rata-rata kehamilan antara 1.000- 1.200 per bulan. Apabila dalam setahun tidak melebihi 16.000 kehamilan masih dinilai wajar.

"Jadi jika setahun tidak lebih dari 16.000 kehamilan, itu masih dalam angka wajar. Namun kemungkinan tetap kita antisipasi," tambah Nasir.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB, Dinas Sosial P3A dan KB Kabupaten Klaten, Retno Setyaningsih menyebutkan bahwa di masa pandemi ini dimungkinkan akan terjadi lonjakan kelahiran bayi atau baby boom. Dengan adanya kebijakan stay at home serta work from home membuat interaksi antar keluarga lebih meningkat.

"Tren baby boom ini akan terlihat jelas beberapa waktu ke depan, terlebih jika pelayanan KB tidak digiatkan. Termasuk dengan memastikan ketersediaan alat kontrasepsi di faskes-faskes," terang Retno.



Simak Video "Hmm.. Pil KB Bikin Gemuk, Mitos atau Fakta?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)