Senin, 06 Jul 2020 05:40 WIB

Misteri Temuan 'Wanita Kelelawar' di Balik Asal Usul COVID-19

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Ilmuwan China secara sembunyi-sembunyi telah menemukan strain baru virus Corona 7 tahun lalu, mirip SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Investigasi The Sunday Times menyebut virus tersebut disimpan di sebuah lab di Wuhan.

Strain ini ditemukan di sebbuah tambang tembaga di barat daya China. Diyakini sebagai petunjuk terkuat untuk mengungkap kapan sebenarnya pandemi bermula.

Pada 2012, 6 orang dilaporkan mengalami demam, batuk dan pneumonia usai bekerja di tambang. Separuh di antaranya fatal.

Disebutkan, hasil tes antibodi menunjukkan 4 di antaranya positif. Sedangkan dua lainnya meninggal sebelum tes dilakukan.

Dr Shi Zhengli yang dijuluki 'wanita kelelawar' oleh koleganya di Wuhan Institute of Virology (WIV) pada Februari menulis laporan akademis paling luas pada saat itu.

Laporan yang dipublikasikan di Nature mengungkap bahwa WIV memiliki sampel dari kelelawar yang dinamakan RaTG13. Deskripsi genetik menyebut ada 96,2 persen kemiripan dengan COVID-19.

Kabar ini terungkap setelah pada April lalu presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan punya kepercayaan diri tingkat tinggi bahwa COVID-19 berasal dari WIV. China telah melakukan investigasi terkait klaim ini.



Simak Video "Isu Konspirasi Jadi Ganjalan Relawan Saat Informasikan soal COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)