Selasa, 07 Jul 2020 07:30 WIB

3 Kalung Kesehatan yang Sempat Diklaim 'Antivirus' Corona

Ayunda Septiani - detikHealth
virus corona Kalung eucalyptus Kementan yang tidak diklaim antivirus meski berlabel 'Anti Virus Corona' (Foto: Achmad Reyhan Dwianto/detikHealth)
Jakarta -

Kalung eucalyptus buatan Kementerian Pertanian (Kementan) jadi perbincangan karena sempat diklaim bisa membunuh virus Corona. Belakangan, para penelitinya meluruskan bahwa kalung tersebut tidak diklaim sebagai antivirus dan akan didaftarkan sebagai jamu.

Sebelumnya, ternyata sudah ada produk kalung yang juga diklaim bisa menangkal virus Corona. Beberapa di antaranya sempat populer di Jepang di masa-masa awal pandemi.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut tiga kalung yang pernah beredar saat pandemi virus Corona dan diklaim sebagai kalung 'antivirus Corona'. Apa saja?

1. Kalung eucalyptus

Kementerian Pertanian (Kementan) berencana memproduksi massal produk kalung dari bahan eucalyptus. Dalam uji laboratorium, disebutkan bahwa tanaman eucalyptus punya potensi membunuh virus.

Selain membuat kalung, Kementan juga lebih dulu membuat produk inovasi berbahan eucalyptus dalam bentuk inhaler, roll on, salep, dan difuser.

Berbicara mengenai hal tersebut, apa sih sebenarnya eucalyptus itu?

Di Indonesia, eucalyptus merupakan kelompok tanaman yang menghasilkan minyak atsiri. Tanaman ini sudah dari lama dipercaya sebagai obat yang bisa menyembuhkan dan meredakan beberapa penyakit tertentu.

Dikutip dari Medical News Today, di dunia ada lebih dari 700 spesies tumbuhan eucalyptus. Eucalyptus dari Australia disebut yang biasa dicari untuk diambil minyaknya.

Minyak atsirinya sendiri didapatkan lewat proses distilasi daunnya yang dipercaya kaya akan antioksidan.

2.Kalung antivirus 'Shut Out'

Sebelum kalung eucalyptus Kementan jadi perbincangan, ada satu produk yang serupa kalung antivirus berasal dari Jepang yang sudah lebih dulu beredar sejak awal pandemi. Kalung ini dinamakan Virus Shut Out, yang diklaim bisa melindungi penggunanya dari virus patogen selama 30 hari per produk.

Kalung ini menjadi pribadi anti-virus dan anti-bakteri. Cara kerjanya, melepaskan konsentrasi rendah klorin dioksida untuk bisa menghilangkan kuman dan virus di udara sekitarnya dengan jarak 1-2 meter.

3. Kalung pulse buatan NASA

Seperti diketahui, penyebaran virus Corona bisa terjadi di mana saja, salah satunya karena kita menyentuh wajah sendiri dengan sembarang setelah sebelumnya memegang sesuatu yang mana telah tersentuh banyak orang. Orang bisa terjangkit COVID-19 lewat mata, hidung, dan mulut. Untuk itu NASA turut berpartisipasi menekan penyebaran virus Corona dengan menciptakan sebuah kalung.

Penggunaan masker memang diutamakan, akan tetapi menghentikan kebiasaan untuk menyentuh wajah kita sendiri juga perlu diatasi. Persoalan tersebut coba diatasi NASA dengan merilis perangkat wearable berbentuk kalung.

Dikutip dari Mashable, kalung yang dinamakan Pulse diciptakan agar bisa mengubah kebiasaan kita dalam menyentuh wajah.

Dengan Pulse ini, orang yang mengenakan perangkat itu dan ketika tangannya akan menyentuh wajah, maka Pulse dapat memberikan peringatan berupa getaran, sehingga mengurunkan niatan tersebut. Hal itu terjadi karena Pulse dilengkapi dengan sensor, yang mana berfungsi bila ada gerakan tangan menuju muka.

Secara visual, memang alat ini tidak terlalu fashionable karena sensor di kalung Pulse ini terbilang cukup besar dan mencolok apabila digunakan.



Simak Video "Ampuhkah Kalung 'Antivirus' Eucalyptus untuk Tangkal COVID-19?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)