Selasa, 07 Jul 2020 13:59 WIB

Tak Harus Secanggih Masker Istri KSAD, untuk Medis N95 Dinilai Sudah Cukup

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Istri KSAD Andika, Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati Hendropriyono pakai masker respirator Masker yang dipakai istri KSAD heboh diperbincangkan. (Foto: (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta -

Baru-baru ini ramai soal masker transparan yang dipakai istri Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati Hendropriyono. Dikutip dari CNNIndonesia.com, masker ini disebut-sebut masker buatan Clean Space Technology seri Halo di mana masker ini tergolong dalam respirator.

Disebutkan bahwa kemampuan masker bisa menyaring partikel debu dan kotoran lain termasuk virus dan bakteri. "Respirator Clean Space memanfaatkan teknologi perangkat medis terbaru untuk perlindungan dan kinerja tinggi, dibandingkan respirator pelindung perawatan kesehatan tradisional. Desain yang intuitif dan ergonomis membuat pengguna mudah menggunakannya," kata Birrell CEO Clean Space Technology, Selasa (7/7/2020).

"Masker ini sangat penting digunakan oleh para tim petugas kesehatan," imbuhnya.

Benarkah masker ini yang paling cocok untuk tenaga medis?

Meskipun masker respirator ini disebut cocok untuk tenaga medis, praktisi kesehatan dr Halik Malik dari Merial Health menilai masker bedah dan masker N95 pun cukup untuk tenaga medis.

"Masker bedah dan masker N95 yang standar cukup sih untuk kebutuhan tenaga medis," jelas dr Halik Malik.

"Masker respiratori sendiri ada berbagai tipe, sesuai peruntukannya ada untuk medis, industri, dan lainnya, sebaiknya digunakan sesuai dengan tujuan dan prioritas masing-masing," lanjut dr Halik.

Meski begitu, menurutnya masker respirator yang memiliki teknologi Powered Air Purify Respirator (PAPR) disebut lebih baik untuk tenaga kesehatan. Karena kemampuan filtrasi dari masker tinggi.

"Masker jenis respiratori dengan teknologi PAPR (Powered Air Purify Respirator) tentu lebih baik bagi tenaga medis. Masker dengan kemampuan filtrasi hingga 99 persen ini jauh lebih protektif untuk menunjang pelayanan di ruang isolasi," pungkasnya.



Simak Video "Kapan Waktu yang Baik untuk Gunakan Masker?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)