Selasa, 07 Jul 2020 14:31 WIB

Gempa Banten Terasa di Jakarta, Kenapa Banyak yang Pusing-Mual Sesudahnya?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi gempa Gempa di Banten terasa hingga Jakarta. (Foto: Ilustrasi/AFP)
Jakarta -

Guncangan gempa terasa kencang di Jakarta. Dari informasi BMKG, Selasa (7/7/2020), gempa berkekuatan magnitudo 5,4 pukul 11.44 WIB terjadi di Rangkasbitung, Banten.

Beberapa orang yang berada di gedung tinggi mulai merasa pusing dan mual beberapa saat setelah gempa yang sebenarnya lazim dialami. Kondisi ini disebut phantom earthquakes atau jishin-yoi dalam bahasa Jepang.

Mereka yang mengalami phantom earthquakes seringkali merasa adanya goyangan meski gempa tersebut telah berakhir. Selain itu, ada beberapa teori yang menjelaskan keluhan pusing dan mual setelah gempa terjadi.

Pertama adalah kondisi ini serupa dengan mabuk atau motion sickness. Saat guncangan terjadi, gerakan yang dialami tubuh dan yang teramati tidak sinkron sehingga muncul berbagai keluhan.

Ada beberapa yang mengalami phantom earthquakes hanya sekejap saja dan ada pula yang bertahan sampai berhari-hari. Daliah Wachs seorang dokter dari Las Vegas, mengatakan perasaan ketidakseimbagan biasanya akan menghilang selama beberapa hari seperti halnya mabuk perjalanan.

Namun dalam kasus yang parah, mereka yang mengalami phantom earthquakes harus mendapatkan pengobatan seperti pereda mabuk atau antihistamin. Biasanya kondisi ini terjadi pada mereka yang mengidap PTSD (Post Traumatic Stress Disorder).



Simak Video "Gerah! Kenapa Musim Kemarau Kali Ini Terasa Panas Banget?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)