Rabu, 08 Jul 2020 14:11 WIB

5 Fakta Masker Ubur-ubur yang Dipakai Istri KSAD

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
masker unik istri KSAD Masker ubur-ubur milik istri KSAD Andika. (Foto: YouTube)
Jakarta -

Banyak yang penasaran dengan masker yang dipakai istri Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati Hendropriyono. Dalam sebuah video, ia menyebutnya 'masker ubur-ubur'.

Nama tersebut dicetuskannya dengan nada berkelakar ketika seseorang menanyakan masker apa yang dikenakannya. Menurut penanya, masker tersebut tampak lucu.

"Ya kan sekarang lagi musim TikTok ubur-ubur ya, Nah, inilah dia. Ini namanya masker ubur-ubur," kelakar Hetty, sapaan akrabnya sambil memperagakan goyang ubur-ubur.

Masker apa sih itu sebenarnya? Beberapa fakta yang sempat dirangkum adalah sebagai berikut:

1. Jenis masker

Masker yang disebut Hetty sebagai masker ubur-ubur masih belum diketahui pasti jenisnya. Tetapi, dari bentuknya diyakini sebagai masker respirator buatan Clean Space Technology seri Halo.

Dr Alex Birrel, CEO Clean Space mengatakan, masker ini bisa menyaring berbagai partikel, seperti debu, bakteri, bahkan virus sekalipun.

"Respirator Clean Space memanfaatkan teknologi perangkat medis terbaru untuk perlindungan dan kinerja tinggi, dibanding perlindungan perawatan kesehatan tradisional. Desain yang digunakan sangat intuitif serta ergonomis, yang membuat orang mudah menggunakannya," kata Birrel, mengutip dari Clean Space Technology.

2. Canggih banget

Masker seri Halo ini disebut mampu menyaring 99,97 persen partikel yang berukuran 0,3 mikro, sangat disarankan untuk keperluan medis karena bisa mencegah penularan virus maupun bakteri.

Dari bentuknya yang transparan, masker ubur-ubur ini juga memudahkan penggunanya saat berkomunikasi dan mudah dibersihkan. Alasan inilah yang membuat Birrel menyarankan tenaga medis untuk menggunakan masker ini.

"Masker ini sangat penting digunakan para tim petugas kesehatan," lanjutnya.

3. Bahkan untuk tenaga medis pun terlalu canggih

Masker respirator yang didukung teknologi yang canggih ini sangat menunjang untuk keperluan medis. Tetapi, menurut praktisi kesehatan, dr Halik Malik dari Merial Health para tenaga medis cukup dengan masker yang biasa digunakan saja.

"Masker bedah dan masker N95 cukup sih untuk kebutuhan tenaga medis," jelasnya.

"Masker respirator sendiri ada berbagai tipe, sesuai dengan peruntukannya. Ada yang untuk medis, industri, dan lainnya. Sebaiknya, digunakan sesuai dengan tujuan dan prioritas masing-masing," ujar dr Halik.

4. Apalagi untuk sehari-hari

Anggota tim pokja pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) Kemenkes RI di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet, dr Saut Halomoan Manulang, SpB(K), FCD, mengatakan tidak perlu menggunakan masker secanggih itu untuk keperluan sehari-hari. Cukup dengan masker kain yang selama ini dianjurkan pemerintah untuk mencegah penularan COVID-19.

5. Berapa ya harganya?

Untuk masker ubur-ubur ini, perusahaan penyuplai alat laboratorium dan bioteknologi Fisher Scientific memasang harga sebesar SGD 2.133 atau setara sekitar Rp 22 juta tiap satu unit masker. Sementara berdasarkan penyedia jasa pemasok alat medis protectivesupplies.com, harga masker ini 599 pound sterling atau sekitar Rp 10 juta per unitnya.

Namun, di tengah pandemi Corona ini produk masker tersebut habis atau sudah banyak dipesan orang. Jika menginginkannya, mungkin butuh waktu yang lebih lama untuk mendapatkannya.



Simak Video "Cara Tes Apakah Masker Kainmu Efektif Tangkal Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)