Kamis, 09 Jul 2020 12:46 WIB

China Tutup Tempat Wisata Setelah Ada Kasus Pes Terkonfirmasi

Ayunda Septiani - detikHealth
Wabah pes di China: WHO memastikan wabah tidak berisiko tinggi, Rusia larang warganya berburu marmot Wabah pes di China (Foto: BBC World)
Jakarta -

Pihak berwenang di China menutup tempat wisata di bagian utara negara dekat perbatasan Mongolia setelah ditemukan kasus pes dikonfirmasi beberapa hari terakhir. Lima tempat wisata pemandangan padang rumput di Bayannur, Mongolia Dalam di utara China ditutup setelah pihak berwenang mengkonfirmasi empat pasien pes di daerah tersebut.

Dikutip dari laman CNN, pemerintah China di wilayah Mongolia Dalam memperketat aturan di beberapa objek pariwisata lainnya. Para pengunjung dilarang memberi makan dan menyentuh hewan liar. Pemerintah di daerah tersebut tengah berupaya mengurangi populasi tikus, marmut, dan kutu yang diyakini membawa wabah pes.

Kasus pes pertama kali dikonfirmasi, setelah seorang peternak di Bayunnar dinyatakan positif terjangkit wabah tersebut. Wabah bubonic yang disebabkan oleh bakteri dan ditularkan melalui gigitan kutu dan hewan yang terinfeksi.

Wabah ini diketahui pernah menyebabkan pandemi paling mematikan dalam sejarah manusia yakni fenomena Black Death, di mana 50 juta orang di Eropa meninggal karena terjangkit bubonic sekitar abad pertengahan.

Saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan terus memantau situasi perkembangan kemunculan wabah pes ini di China dan Mongolia.

Wabah pes kembali muncul di China ketika negara tersebut dan dunia masih bergelut dengan penularan virus Corona COVID-19 yang menyebar sejak Desember lalu dari Kota Wuhan.

Sementara itu, kemunculan wabah pes ini memicu berbagai negara tetangga China seperti Rusia yang ikut waspada dan mengimbau warganya yang tinggal di dekat perbatasan untuk tidak berburu atau memakan daging dari marmut dan tikus.



Simak Video "China Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Wabah Bubonic"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)